Generasi Sandwich Ingin Tetap Bisa Cicil Rumah atau KPR? Simak Tips Perencana Keuangan Berikut

AKURAT.CO Pengelolaan keuangan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi generasi sandwich atau yang menanggung biaya hidup orang tua sekaligus anak istrinya saat hendak mencicil rumah atau mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
Padahal, harga rumah setiap tahunnya terus naik dan rasanya semakin tak terjangkau jika tak dikejar. Untuk rumah subsidi yang ditawarkan para pengembang saja misalnya, BTN mencatat rerata BTN kenaikan harga rumah subsidi mencapai 7% dari tahun 2021 hingga 2023, serta tambahan kenaikan sebesar 3% pada tahun 2024.
Sementara itu saat ini mayoritas Gen Z dan milenial praktis menjadi generasi sandwich. Untuk masyarakat milenial khususnya, pilihan akan rumah terjangkau bagi mereka kian sempit, yang mana pasar mereka adalah di kisaran Rp200-400 juta dan diperkirakan sekitar 31% milenial saat ini belum memiliki hunian. Untuk Gen Z, pilihan akan rumah terjangkau lebih terbatas lagi.
Baca Juga: Generasi ‘Sandwich’ Menurut Pandangan Islam
Lalu bagaimana baiknya generasi sandwich bersiasat agar tetap memiliki hunian layak? Perencana keuangan Finansialku, Shierly membagikan tips bagi mereka. Hal tersebut ia sampaikan di sela Webinar bertajuk Property Outlook 2024: Prospek Pembiayaan Perumahan di Tahun Politik yang diadakan oleh BTN dan Akurat.co pada Selasa, 27 Februari 2024.
1. Tambah Pemasukan
Menurut Shierly, generasi sandwich mirip dengan sebuah meja dengan kaki-kakinya yang menahan beban di atasnya. Meja dalam hal ini adalah pencari nafkah sementara kaki meja adalah sumber pemasukan. Saat salah satu kaki meja timpang, semua beban di atasnya tidak memiliki tumpuan yang kokoh. Idealnya, agar makin kokoh, kaki-kaki meja tersebut atau dalam hal ini pemasukannya diperbanyak.
"Agar bisa menopang dengan kuat beban di atasnya, kaki meja ini idelanya ditambah dengan kekai-kaki meja lainnya," ujar Shierly.
Shierly pun mencontohkan bahwa properti yang dibeli atau dicicil sejatinya bisa dijadikan sebagai passive income atau penghasilan tambahan.
"Mereka bisa membeli properti yang sifatnya produktif, bisa disewakan atau sambil ditinggali bisa juga dijadikan tempat untuk usaha, bisnis atau kerja dari rumah (WFH). Nah jadi propertinya tidak hanya dibeli untuk menjadi biaya ditinggalin begitu saja namun juga bisa menjadi pemasukan," ujarnya.
2. Budgeting Penghasilan
Generasi sandwich agar bisa memiliki rumah atau membeli properti, mereka perlu memastikan setiap pengeluaran efektif. Pembuatan budgeting benar-benar diperlukan.
"Andai kata setiap bulan dia dapat pemasukan berapa? atau dapat bonus berapa? Itu harus diefektifkan. Efektif dalam arti kapan sih waktunya mengajajak keluarga untuk main atau weekend? Mungkin bisa dihemat liburannya dari rumah agar lebih ekonomis. Jadi budgeting dari sisi pengasilan," kata Shierly.
3. Wajib Punya Dana Darurat
Tak kalah penting bagi generasi sandwich adalah memiliki dana darurat. Ini harus ada karena tak sedikit yang terjebak pinjaman online karena tak memiliki cukup dana darurat. Padahal mereka pekerja aktif namun karena ada kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi dalam 5-10 menit misalnya, mau tidak mau mereka lari ke pinjol. "Makanya harus preventif khusus generasi sandwich harus ada dana darurat," tegasnya.
4. Asuransi Jiwa dan Kesehatan Aktif
Generasi sandwich yang hendak mengambil KPR juga harus memperhatikan risiko seperti sakit, meninggal dunia atau sakit kritis. Minimal BPJS Kesehatan mereka harus tetap aktif untuk jaga-jaga jika sesuatu terjadi pada pencari nafkah ataupun anggota keluarga lainnya.
"Menurut saya kalau memang belum siap sekarang enggak apa menunda dulu. Atau mungkin bisa tadi opsi sewa atau rent to own dari BTN misalnya mungkin bisa dipertimbangkan. Kalaupun masih tetap ingin ambil KPR pastikan ringan secara biaya untuk cicilan dan bunganya," ujar Shierly.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










