Sambut Penurunan Suku Bunga di Semester II-2024, Pelaku Industri Perbankan Optimistis

AKURAT.CO Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Alexandra Askandar, menyatakan bahwa kondisi bisnis perbankan di Indonesia masih menunjukkan prospek yang cerah meskipun menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik yang kompleks.
Ia menyoroti bahwa pertumbuhan kredit merupakan indikator positif dari pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, meskipun tingkat penerimaan dana pihak ketiga masih berada di bawah perkiraan awal.
Dalam kesempatan diskusi bertajuk Indonesia Economic Outlook 2024: Year of Optimism, Kamis (29/2/2024), Alexandra menjelaskan bahwa penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya dalam mata uang asing, disebabkan oleh penurunan performa perdagangan.
Baca Juga: Direktur BSI Optimistis Pangsa Pasar Perbankan Syariah Indonesia Bisa Tembus 30% Seperti Malaysia
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang tetap stabil, serta peningkatan margin bunga bersih (NIM).
"Kondisi ini memberikan alasan untuk optimisme, terutama dengan penurunan suku bunga yang diantisipasi pada paruh kedua tahun 2024," ungkapnya.
Menurutnya, penurunan suku bunga ini akan mendorong optimisme di kalangan pelaku ekonomi dan menciptakan prospek yang positif bagi industri perbankan.
Terkait relaksasi tersebut, ia menegaskan bahwa Bank Mandiri telah mempersiapkan diri dengan baik dan melaksanakannya secara bertahap. Pihaknya terus melakukan penilaian dan uji tekan dari berbagai aspek.
"Ikhtiar kami di Bank Mandiri telah menunjukkan hasil yang memuaskan, terutama dalam menurunkan Loan-to-Deposit Ratio (LAR) dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Hal ini menjadi indikator bahwa kami sudah siap untuk kembali ke kondisi sebelum pandemi, meskipun beberapa kebijakan relaksasi masih diberlakukan oleh OJK," tandasnya.
Bank Mandiri sendiri, menurut Alexandra Alexanda masih fokus melakukan transformasi digital, yang semakin terakselerasi karena pandemi Covid-19. Bank Mandiri sebelumnya meluncurkan dua platform digital, yakni Kopra untuk nasabah wholesale dan Livin' untuk nasabah ritel. Beberapa kantor cabang juga digubah sedemikian rupa agar tak lagi terlihat konvensional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









