Tenggat Juni 2024, Padankan Segera NPWP dan NIK Anda Agar Tak Kena Sanksi Ini

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan tengah mempersiapkan implementasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), yang menetapkan bahwa Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi orang pribadi penduduk mulai 1 Juli 2024.
Bagi orang pribadi bukan penduduk, badan, dan instansi pemerintah, NPWP yang digunakan akan berupa 16 digit.
Menurut data yang dilaporkan hingga 31 Maret 2024, sebanyak 67,46 juta NIK telah berhasil dipadankan dengan NPWP dari total 72,17 juta wajib pajak orang pribadi. Sisa waktu hingga 30 Juni 2024 diberikan untuk wajib pajak yang belum melakukan pemadanan untuk segera melakukannya.
Baca Juga: Cukup dari Rumah! Ini Cara Validasi Pemadanan NIK dan NPWP Secara Online
"Kami mengingatkan pentingnya pemadanan ini sebagai persiapan untuk masa ke depan dalam pelaporan dan pembayaran pajak," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama.
Proses pemadanan dapat dilakukan secara mandiri melalui laman resmi DJP, pajak.go.id. Langkah-langkahnya termasuk masuk ke akun dengan NPWP dan kata sandi yang tepat, verifikasi NIK sesuai KTP, dan validasi melalui menu Profil. Setelah proses selesai, wajib pajak disarankan untuk menguji ulang login menggunakan NIK sebagai pengganti NPWP.
"Langkah ini penting untuk memastikan kelancaran proses administratif dan kepatuhan perpajakan," tambah Hestu.
DJP menekankan bahwa keterlambatan dalam melakukan pemadanan dapat berpotensi menghambat kemudahan dalam proses pelaporan dan pembayaran pajak di masa mendatang. Oleh karena itu, DJP meminta semua wajib pajak untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan sebelum batas waktu yang ditetapkan.
Pasalnya, akan ada sanksi berupa kesulitan mengakses beberapa layanan perpajakan berikut jika Anda belum memadankan NPWP dan NIK. Layanan tersebut termasuk pencairan dana pemerintah, ekspor dan impor, perbankan dan sektor keuangan lainnya, pendirian badan usaha dan perizinan berusaha, administrasi pemerintahan selain yang diselenggarakan DJP hingga layanan lain yang mensyaratkan penggunaan NPWP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








