Akurat
Pemprov Sumsel

Didorong Sektor Barang Baku, IHSG Nanjak 1,82 Persen ke7.326,76

Hefriday | 4 Desember 2024, 18:00 WIB
Didorong Sektor Barang Baku, IHSG Nanjak 1,82 Persen ke7.326,76

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu sore (4/12/2024) ditutup menguat signifikan, dipimpin oleh lonjakan saham-saham sektor barang baku (basic materials).

IHSG naik 130,74 poin atau 1,82% ke level 7.326,76. Sementara indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, turut meningkat 14,26 poin atau 1,64% ke posisi 883,59.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat penguatan ini terjadi di tengah sentimen positif dari bursa regional Asia. Penguatan pasar regional terjadi meski sempat diwarnai pergolakan politik di Korea Selatan, di mana Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer pada Selasa malam (3/12/2024).

Kebijakan darurat militer yang mengejutkan pasar bertujuan untuk mencegah gangguan dari partai oposisi dalam proses parlementer. Namun, keputusan tersebut akhirnya dibatalkan setelah Majelis Nasional menolak langkah itu. Untuk menstabilkan ekonomi dan pasar keuangan, Bank of Korea mengadakan rapat darurat, dan Menteri Keuangan Choi Sang-mok berkomitmen menyediakan likuiditas tanpa batas jika diperlukan.

Sementara itu, dari China, aktivitas sektor jasa menunjukkan perlambatan meski masih berada di zona ekspansi. Data The Caixin General Services PMI turun ke 51,5 pada November 2024 dari 52,0 di bulan sebelumnya, meleset dari ekspektasi pasar sebesar 52,5. Namun, The Caixin General Composite PMI naik menjadi 52,3 dari 51,9, menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi yang tetap positif.

Baca Juga: IHSG Melemah 1,13 Persen ke 7.114,266 dalam Sepekan

Di dalam negeri, IHSG mendapat dorongan dari momentum window dressing menjelang akhir tahun. Fenomena ini mencerminkan aksi investor yang mengoleksi saham-saham unggulan untuk mengoptimalkan kinerja portofolio, sehingga meningkatkan volume perdagangan saham. IHSG terus berada di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mencatatkan penguatan dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 3,33%. Sektor infrastruktur dan barang konsumen primer menyusul dengan kenaikan masing-masing 1,74% dan 1,29%. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun tipis 0,04%.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain TNCA, BTEK, LABA, KREN, dan CNKO. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar meliputi VISI, JIHD, ECII, ANDI, dan MTFN. Aktivitas perdagangan mencatat 1.292.000 transaksi dengan volume mencapai 21,77 miliar saham senilai Rp11,16 triliun. Sebanyak 295 saham menguat, 226 saham melemah, dan 324 saham stagnan.

Dari bursa Asia, indeks Nikkei di Jepang menguat 27,53 poin atau 0,07% ke level 39.276,39. Indeks Straits Times di Singapura juga naik 13,81 poin atau 0,36% ke 3.799,94, sedangkan indeks Kuala Lumpur di Malaysia menguat 7,13 poin atau 0,44% ke 1.614,09. Di sisi lain, indeks Shanghai di China melemah 14,16 poin atau 0,42% ke posisi 3.364,65.

Penguatan IHSG juga didukung oleh optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia meski menghadapi tantangan eksternal. Sentimen positif dari penguatan nilai tukar rupiah serta penurunan imbal hasil obligasi turut berkontribusi pada pergerakan pasar. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa