Demokrat: Kenaikan PPN 12 Persen Jangan Bebani Masyarakat Kelas Menengah ke Bawah

AKURAT.CO Deputi Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Yan Harahap, mengingatkan pemerintah agar kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tidak menambah beban masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah.
Melalui akun media sosialnya, Yan menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan tambahan penerimaan pajak benar-benar dialokasikan untuk kepentingan rakyat.
Ia juga meminta agar pemerintah memberikan fasilitas publik yang memadai serta jaminan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
“Tambahan penerimaan pajak harus disalurkan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Baik dalam bentuk fasilitas publik maupun jaminan sosial. Implementasinya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tulis Yan melalui akun X pribadinya, @YanHarahap, Selasa (24/12/2024).
Baca Juga: Hasto Dikabarkan Jadi Tersangka, PDIP Masih Bungkam
Yan menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan PPN menjadi 12 persen merupakan amanat dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) Tahun 2021, yang telah disetujui oleh Fraksi Demokrat bersama tujuh fraksi lainnya di DPR RI pada 29 September 2021.
Menurutnya, kenaikan PPN dilakukan secara selektif, hanya diberlakukan untuk barang-barang mewah, sehingga tidak langsung berdampak pada masyarakat menengah ke bawah.
Selain itu, pemerintah disebut telah menyiapkan berbagai program pendukung untuk mengatasi dampak kebijakan ini.
“Kenaikan PPN ini adalah langkah untuk mendukung berbagai program kesejahteraan rakyat dan memperkuat keberlanjutan fiskal pemerintah,” jelas Yan.
Yan menilai, kebijakan ini penting untuk mendorong keberlanjutan fiskal pemerintah dan memperluas ruang fiskal demi menjalankan program-program strategis.
Baca Juga: KPK Tetapkan Hasto Kristiyanto Sebagai Tersangka dalam Kasus Suap Harun Masiku
Ia mengharapkan langkah ini menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kenaikan PPN menjadi 12 persen harus dilihat sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung keberlanjutan fiskal dan memastikan program kesejahteraan rakyat dapat berjalan secara optimal,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









