Kebijakan Ekonomi Trump 2025: Tarif Impor dan Dampaknya ke Pasar AS
Ainur Rahman | 6 Februari 2025, 15:40 WIB

AKURAT.CO Kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump nampaknya masih menjadi tanda tanya besar bagi pelaku pasar dan ekonom di Amerika Serikat.
Meskipun ekonomi AS masih cukup stabil, banyak pihak menunggu kejelasan mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintahan Trump, terutama terkait tarif impor dan kebijakan imigrasi.
Seperti yang diketahui, awal pekan ini, Trump sepakat untuk menunda penerapan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko selama satu bulan.
Keputusan ini sedikit meredakan ketegangan perdagangan antara negara-negara Amerika Utara.
Namun, di sisi lain, Trump sudah mulai memberlakukan tarif 10% terhadap barang-barang dari China, yang langsung dibalas oleh Beijing dengan kebijakan serupa.
Tentunya langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa perang dagang bisa kembali memanas, yang tentu saja akan berdampak pada ekonomi global, termasuk AS.
Mengutip dari laman Bloomberg, Wakil Gubernur The Fed, Philip Jefferson, mengakui bahwa kebijakan Trump bisa menjadi faktor tambahan yang mempengaruhi arah ekonomi AS ke depan.
"Ketidakpastian selalu ada dalam setiap proyeksi ekonomi, tapi kali ini kita menghadapi tantangan ekstra terkait kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap ekonomi," ujar Jefferson.
The Fed sendiri masih mempertahankan suku bunga di level 4,25% - 4,5%, dengan harapan inflasi bisa terus turun hingga mencapai target 2%.
Mengutip dari laman Bloomberg, Wakil Gubernur The Fed, Philip Jefferson, mengakui bahwa kebijakan Trump bisa menjadi faktor tambahan yang mempengaruhi arah ekonomi AS ke depan.
"Ketidakpastian selalu ada dalam setiap proyeksi ekonomi, tapi kali ini kita menghadapi tantangan ekstra terkait kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap ekonomi," ujar Jefferson.
The Fed sendiri masih mempertahankan suku bunga di level 4,25% - 4,5%, dengan harapan inflasi bisa terus turun hingga mencapai target 2%.
Baca Juga: Kebijakan Trump Jadi Ujian Berat Ekonomi AS
Namun, kebijakan Trump yang berkaitan dengan tarif dan perdagangan bisa berdampak pada harga barang dan daya beli masyarakat.
Jika harga barang impor naik akibat tarif tinggi, masyarakat bisa merasakan kenaikan harga dalam berbagai sektor, terutama produk elektronik, otomotif, dan barang konsumsi lainnya.
Jika harga barang impor naik akibat tarif tinggi, masyarakat bisa merasakan kenaikan harga dalam berbagai sektor, terutama produk elektronik, otomotif, dan barang konsumsi lainnya.
Hal ini tentunya bisa mempengaruhi pola belanja dan pertumbuhan konsumsi di AS.
Meski begitu, Jefferson tetap optimistis bahwa ekonomi AS masih dalam kondisi cukup baik, selama konsumsi masyarakat tetap kuat.
Meski begitu, Jefferson tetap optimistis bahwa ekonomi AS masih dalam kondisi cukup baik, selama konsumsi masyarakat tetap kuat.
Ia bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa jika daya beli tetap terjaga, proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini bisa lebih baik dari perkiraan awal.
Baca Juga: Trump dan CEO Nvidia Bahas DeepSeek dan Pembatasan Ekspor Chip AI
Dunia Usaha Masih Wait and See
Para pelaku usaha di AS saat ini masih dalam mode wait and see, Dimana menunggu kebijakan lebih jelas dari pemerintahan Trump.
Dunia Usaha Masih Wait and See
Para pelaku usaha di AS saat ini masih dalam mode wait and see, Dimana menunggu kebijakan lebih jelas dari pemerintahan Trump.
Beberapa sektor seperti teknologi, manufaktur, dan perdagangan internasional kemungkinan akan terkena dampak langsung dari kebijakan tarif dan regulasi baru.
Sementara itu, sektor konstruksi dan telekomunikasi masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, didukung oleh proyek infrastruktur dan peningkatan aktivitas digital.
Meski ada ketidakpastian, ekonomi AS masih memiliki banyak peluang untuk tetap tumbuh, terutama jika pemerintah bisa menemukan keseimbangan antara proteksi ekonomi dalam negeri dan keterlibatan dalam perdagangan global.
Sementara itu, sektor konstruksi dan telekomunikasi masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, didukung oleh proyek infrastruktur dan peningkatan aktivitas digital.
Meski ada ketidakpastian, ekonomi AS masih memiliki banyak peluang untuk tetap tumbuh, terutama jika pemerintah bisa menemukan keseimbangan antara proteksi ekonomi dalam negeri dan keterlibatan dalam perdagangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







