Akurat
Pemprov Sumsel

CarbonX 2.0 Tawarkan Pendanaan ke Inovator Teknologi Karbon Indonesia

M. Rahman | 12 Februari 2025, 10:44 WIB
CarbonX 2.0 Tawarkan Pendanaan ke Inovator Teknologi Karbon Indonesia

AKURAT.CO Kabar gembira buat para universitas, lembaga riset, dan startup yang berdedikasi tinggi terhadap isu perubahan iklim, terutama pada inovasi teknologi karbon.

Perusahaan teknologi multinasional Tencent asal China dan mitra globalnya membuka pendaftaran untuk program CarbonX 2.0 yang mendukung para inovator dalam mengurangi emisi karbon dengan pendanaan, bantuan teknis, dan fasilitas uji coba.

‘Inovator’ dalam program ini adalah universitas, lembaga riset, dan para startup Indonesia yang memiliki proyek percontohan yang dapat diterapkan di tingkat global.

Baca Juga: Lagi, Pendanaan Startup di Indonesia Anjlok 32,19 Persen di 2023

Ada 4 kategori dan syarat yang dinilai yakni:

  • Carbon Removal (Penghilangan karbon) untuk inovasi penghilangan karbon dengan lokasi uji coba di Lembah Retakan Afrika Timur di Kenya
  • Carbon Capture, Utilization, and Storage for the Steel Industry (Penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon untuk industri baja) untuk pembuatan besi tanur tinggi di HBIS Serbia, yang merupakan mitra program CarbonX 2.0
  • Long Duration Energy Storage (Penyimpanan energi jangka panjang) yang dapat menyalurkan sedikitnya 100 kW selama 6 jam lebih untuk uji coba di Pulau Himandhoo, Maladewa
  • CarbonXmade: Carbon Capture and Utilization (penangkapan dan pemanfaatan karbon) dimana para inovator bisa menawarkan solusi pemanfaatan karbon yang ditangkap untuk membuat produk konsumen dengan konsorsium CarbonXmade, yang antara lain beranggotakan Unilever dan Pepsico.

Menurut Head of Programs Impact Hub Jakarta selaku mitra Tencent di Indonesia, Sean Bunjamin, yang menarik dari program CarbonX 2.0 istimewa adalah tiap proyek percontohan yang lolos seleksi akan menerima lendanaan minimal USD1 juta, tergantung pada kebutuhan proyek yang bersangkutan.

Untuk tiap kategori akan dipilih 1-3 proyek unggulan. Proposal yang ditawarkan startup seri B juga akan dipertimbangkan. Selain itu, para pemenang akan diberikan bimbingan dari ahli, akses ke sumber daya sesuai skenario, dan kesempatan bermitra dengan pemangku kepentingan industri.

Melalui jaringan Tencent dan mitra globalnya, semua pemenang dapat menguji coba inovasinya di lokasi percontohan milik partner Tencent.

CarbonX pertama diselenggarakan oleh Tencent pada 2024 di China. Untuk CarbonX 2.0, perusahaan penggagas aplikasi perpesanan WeChat ini memilih untuk memperluas jangkauannya.

Tahun ini, pendaftaran CarbonX 2.0 terbuka bagi inovator di tujuh negara, termasuk Indonesia.

"Untuk mencapai target Net Zero Emissions pada 2050, kita perlu menghilangkan lebih banyak karbon dari udara dengan solusi-solusi berbasis teknologi. Program CarbonX 2.0 menjadi kesempatan emas bagi para startup, lembaga riset, dan universitas di Indonesia untuk membuktikan talentanya ke seluruh dunia,” ujar Sean Bunjamin.

Sean meyakini Indonesia memiliki banyak inovator teknologi karbon berbakat. Ia yakin solusi-solusi dari Indonesia bisa ditingkatkan secara global dan memberi kontribusi signifikan pada masa depan bebas karbon.

Adapun syarat pendaftaran yang perlu dicermati para startup, lembaga riset dan universitas adalah:

  • Jika pelamar memiliki proyek yang mencakup lebih dari satu kategori (contoh: penangkapan karbon dan penyimpanan energi jangka panjang), maka pelamar harus mengirim proposal terpisah untuk tiap kategori.
  • Proyek percontohan yang diajukan harus menunjukkan inovasi, dapat diaplikasikan dalam skala besar, dan mencapai penghematan biaya yang signifikan dengan investasi yang tepat.

Tenggat waktu pendaftaran adalah 31 Mei 2025. Siap mewakili Indonesia dalam upaya global mengurangi emisi karbon? Simak syarat lengkapnya di Application Guide di laman www.carbonxprogram.com/en.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa