Akurat
Pemprov Sumsel

Parkir Dana PSN di Himbara, Pendapatan Jasa Perbankan LMAN Terbang 291 Persen ke Rp3,4 Triliun

Hefriday | 17 Februari 2025, 17:54 WIB
Parkir Dana PSN di Himbara, Pendapatan Jasa Perbankan LMAN Terbang 291 Persen ke Rp3,4 Triliun

AKURAT.CO Lembaga Manajemen Aset Negara melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama dengan Komisi XI mengenai Laporan Kinerja selama 2024.

Dalam Rapat tersebut, dikatakan bahwa adanya lonjakan pendapatan dari sisi jasa perbankan LMAN sebanyak 291%.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mempertanyakan lonjakan pendapatan jasa perbankan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) pada 2024 yang mencapai Rp3,4 triliun.

Kenaikan tersebut dinilai luar biasa tinggi dibandingkan dengan target awal yang hanya sebesar Rp1,1 triliun.

“Pak saya mau tanya, ini pendapatan jasa perbankan itu beternak uang dari mana? Kok bisa naik 291%?” tanya Misbakhun dalam rapat yang digelar di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Baca Juga: Kelola Aset Negara, LMAN Bukukan PNBP Rp3,245 Triliun

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama LMAN, Basuki Purwadi menjelaskan bahwa kenaikan signifikan ini terjadi karena adanya saldo dana besar yang dikelola oleh LMAN, terutama dari sumber dana Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditempatkan di bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dari penyimpanan dana tersebut, LMAN memperoleh bunga yang cukup tinggi.

“Kami hanya menggunakan bank-bank Himbara karena ini merupakan dana dari PSN. Alhamdulillah, tahun lalu kita mendapatkan bunga yang cukup tinggi,” jelas Basuki.

Namun, Misbakhun tetap mempertanyakan mekanisme yang menyebabkan peningkatan dana secara drastis. Ia ingin mengetahui secara rinci bagaimana dana tersebut diinvestasikan sehingga menghasilkan keuntungan yang sangat besar dalam waktu singkat.

“Seperti apa mekanismenya? Saya tidak tahu bapak menginvestasikan apa, selisih apa yang membuat pendapatan bisa naik begitu banyak? Karena kita harus tahu pokoknya berapa. Kalau targetnya Rp1,1 triliun dan dapat Rp3,4 triliun, semua orang akan ingin belajar ke LMAN,” ujarnya.

Basuki kemudian menjelaskan bahwa LMAN memiliki saldo yang tersimpan di bank sebesar Rp17 triliun, termasuk dana PSN yang belum tersalurkan.

Dana tersebut disimpan di bank Himbara, yang memberikan bunga tinggi sehingga menghasilkan tambahan pendapatan bagi lembaga tersebut.

“Total kelolaan kami mencakup 55 aset, dan sebagian besar dana itu berasal dari alokasi PSN yang belum disalurkan. Dengan saldo yang tinggi dan asumsi suku bunga yang tetap tinggi di 2024, insya Allah pendapatan ini bisa lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Selain itu, Basuki juga memaparkan bahwa LMAN berhasil mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp4,48 triliun pada 2024, naik 225,64% dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp1,9 triliun.

“Alhamdulillah, tahun 2024 mencatat capaian PNBP tertinggi sepanjang sejarah LMAN berdiri, yaitu Rp4,48 triliun,” ungkapnya.

Pendapatan PNBP tersebut terdiri dari berbagai sumber, yakni pendapatan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sebesar Rp1,049 triliun, pengelolaan jasa advisory Rp2,2 miliar, pendapatan jasa perbankan Rp3,4 triliun, serta pendapatan lain-lain sebesar Rp2 miliar.

Peningkatan signifikan dalam pendapatan LMAN ini menjadi perhatian DPR, khususnya terkait transparansi dan tata kelola keuangan lembaga tersebut.

Ke depan, DPR kemungkinan akan meminta laporan lebih rinci terkait strategi pengelolaan dana dan investasi yang dilakukan oleh LMAN.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa