Strategi Investasi Saham Jelang Ramadan 1446H, Yuk Simak!

AKURAT.CO Menjelang bulan Ramadhan 1446H, pasar saham Indonesia dihadapkan pada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan indeks dan kinerja saham. Menurut riset yang disampaikan oleh Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, ada dua sentimen yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar saham dalam periode 24-28 Februari 2025 yakni aliran dana asing atau foreign inflow dan tingkat keyakinan konsumen atau consumer confidence.
David menyarankan agar investor dapat mampu mencermati perkembangan kedua faktor tersebut untuk mendulang sebuah keuntungan disaat periode menjelang Ramadhan ini. Sedangkan disisi lain, pergerakan saham yang potensial untuk diakumulasi antara lain yakni saham-saham dari sektor pangan dan retail seperti JPFA dan KLBF.
Salah satu faktor utama yang akan memengaruhi pasar saham Indonesia dalam waktu dekat adalah aliran dana asing. Setelah Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, investor asing tampaknya tidak menunjukkan penurunan dalam penjualannya.
Baca Juga: Saham DCII Terbang Hampir 20 Persen Terdorong Prospek Cerah Bisnis Data Center
Hal ini menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar, mengingat pergerakan aliran dana asing seringkali menjadi indikator sentimen investor global terhadap pasar saham Indonesia.
“Investor asing tampaknya tetap aktif, meskipun suku bunga tetap, dan hal ini perlu diperhatikan karena aliran dana asing dapat memberikan dampak signifikan terhadap pasar,” kata David dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (24/2/2025).
Mengacu dari data historis dalam sepuluh tahun terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak positif pada bulan Februari, yang menunjukkan potensi pertumbuhan meskipun tantangan ekonomi global.
Selain aliran dana asing, sentimen lainnya yang patut diperhatikan adalah tingkat keyakinan konsumen yang tercermin melalui Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK). Data terakhir menunjukkan adanya penurunan tipis dalam IKK dari level 127,7 pada Desember 2024 menjadi 127,2 pada Januari 2025. Meskipun penurunan ini terbilang kecil, namun dalam konteks ekonomi yang lebih luas, keyakinan konsumen akan memengaruhi pola konsumsi mereka, terutama menjelang Ramadhan.
Baca Juga: 2 Saham BUMN Karya Digembok, Begini Kata PTPP
“Ramadan biasanya menjadi momen peningkatan konsumsi, khususnya pada produk makanan dan minuman. Namun, efektivitas momen tersebut sangat bergantung pada daya beli masyarakat serta kondisi makroekonomi,” tambah David.
Dalam hal ini, sektor yang berfokus pada konsumsi menjadi prioritas bagi investor yang ingin memanfaatkan potensi kenaikan kinerja perusahaan selama Ramadhan.
Berkaca pada dua sentimen tersebut, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dianggap memiliki potensi bagus untuk akumulasi menjelang bulan Ramadhan, yakni KLBF, LPPF, dan JPFA. Berikut adalah analisis lebih mendalam mengenai saham-saham yang disarankan.
1. Saham KLBF: Buy with Target Price Rp1.310
KLBF, salah satu pemain utama di sektor farmasi dan kesehatan, memiliki dukungan yang kuat pada harga sahamnya saat ini di level Rp1.220. Saham ini telah menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dalam laporan keuangan yang baik dan meningkatnya permintaan yang tercatat pada volume perdagangan.
Target harga KLBF diperkirakan bisa mencapai Rp1.310, dengan potensi kenaikan sekitar 7,38%. Investor yang ingin berinvestasi pada KLBF bisa mempertimbangkan level stop loss di Rp1.180 untuk meminimalkan risiko.
2. Saham LPPF: Buy with Target Price Rp1.745
Saham LPPF, yang bergerak di sektor retail, menawarkan peluang menarik menjelang Ramadan. Dalam jangka pendek, saham ini menunjukkan sinyal bullish, dengan harga saat ini berada di level Rp 1.620. Dengan target harga Rp 1.745, potensi keuntungan yang dapat diraih adalah sekitar 7,72%. Selain itu, indikator teknikal seperti MA5 dan MA20, serta MACD menunjukkan arah bullish, yang memberikan keyakinan pada prospek LPPF dalam beberapa pekan ke depan.
3. Saham JPFA: Buy with Target Price Rp2.120
Bagi investor yang tertarik dengan sektor pangan, saham JPFA menjadi pilihan menarik menjelang Ramadhan. Dengan harga saat ini di level Rp1.965, saham JPFA memiliki potensi kenaikan hingga 7,89%, dengan target harga Rp2.120. Secara historikal, konsumsi pangan meningkat tajam selama bulan Ramadhan, sehingga JPFA sebagai produsen pangan siap merasakan dampak positif dari musim konsumsi yang tinggi. Kondisi teknikal saham ini menunjukkan area support yang kuat, memberikan peluang bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum tersebut.
Baca Juga: Wacana Rekonsiliasi Dagang AS-China, Yuan dan Saham Kian Menguat
Meskipun sektor konsumsi diperkirakan akan mengalami lonjakan, efektivitas dari momentum Ramadhan ini sangat bergantung pada kondisi ekonomi makro dan daya beli masyarakat. Jika daya beli masyarakat menurun atau tidak ada peningkatan yang signifikan dalam perekonomian, maka sektor-sektor yang bergantung pada konsumsi bisa menghadapi tantangan.
Selain itu, pelaku pasar juga harus mencermati perkembangan global yang dapat mempengaruhi aliran dana asing dan potensi tekanan pada pasar saham Indonesia. Gejolak ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, dan ketidakpastian politik dapat menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










