Akurat
Pemprov Sumsel

Tekanan di IHSG Tidak Akan Merembet Jauh, Ini Penjelasan Analis BNY

Leo Farhan | 19 Maret 2025, 20:22 WIB
Tekanan di IHSG Tidak Akan Merembet Jauh, Ini Penjelasan Analis BNY

AKURAT.CO Kepala Strategi Makro Asia Pasifik Bank of New York (BNY), Aninda Mitra, menyatakan bahwa tekanan di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada Selasa (18/3) tidak akan merembet jauh ke pasar valuta asing serta obligasi.

Hal itu lantaran pasokan dolar yang melimpah. Menurut Aninda, pertumbuhan yang melambat ditambah dengan peraturan yang lebih ketat tentang devisa hasil ekspor akan memastikan likuiditas dolar yang cukup di dalam negeri sehingga rupiah bisa lebih stabil.

Kemudian, kepemilikan asing atas surat utang pemerintah juga masih rendah. Kepemilikan asing atas obligasi rupiah tetap rendah, sekitar 15% dari total keseluruhan.

Angka tersebut jauh di bawah puncak pra-pandemi yang mencapai hampir 40%. Sebagian besar kepemilikan ini juga menurut Aninda dilindungi nilai valuta asing.

“Saya tidak akan mengesampingkan tekanan yang moderat, tetapi masih diragukan apakah ini pasti akan menyebar lebih luas ke valuta asing dan obligasi,” ungkap Analis BNY itu dikutip dari Bloomberg, Rabu (19/3).

Ia menegaskan kerentanan Indonesia yang lebih luas terhadap pembalikan cepat modal asing tampak lebih rendah daripada sebelumnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.