Penjualan VKTR, Emiten Kendaraan Listrik Grup Bakrie Turun Tapi Laba Naik di 2024, Kok Bisa?

AKURAT.CO PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), emiten kendaraan listrik Grup Bakrie membukukan pertumbuhan laba bersih 39,48% dari Rp5,42 miliar di 2023 menjadi Rp7,56 miliar di 2024.
Padahal, penjualan bersih VKTR turun 5,48% menjadi Rp1 triliun di tahun 2024, dari Rp1,06 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya, searah dengan tekanan pada industri kendaraan listrik secara umum.
Sebagaimana diketahui, kondisi perekonomian mengalami pelemahan sebesar 5,03% pada tahun 2024 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, total penjualan kendaraan nasiona di 2024 juga turun 14% secara tahunan dengan segmen kendaraan komersial mengalami penurunan yang lebih dalam sebesar 15%.
Baca Juga: VKTR dan Gapura Angkasa Hadirkan Bus Listrik di Bandara Soekarno-Hatta
Usut-punya usut, Menurut Direktur Utama VKTR, Gilarsi Wahju Setijono, strategi diversifikasi klien yang dilakukan VKTR membuahkan hasil, yakni dengan memperluas portofolio konsumen yang mencakup sektor B2G (Business to Government) dan B2B (Business to Business) atas penjualan lini produknya.
"Di tengah tantangan, VKTR berhasil meraih kinerja laba bersih yang positif dan tetap mempertahankan kinerja keuangan yang sehat melalui efisiensi, optimalisasi biaya, dan pengelolaan kewajiban yang prudent," ujar Gilarsi.
Mengutip laporan keuangan VKTR yang dipublikasikan di keterbukaan informasi BEI, Selasa (25/3/2025), perusahaan berhasil meningkatkan penjualan kendaraan listrik ke pihak ketiga, dari Rp106,16 miliar di 2023 menjadi Rp144,24 miliar di 2024. Retur dan diskon penjualan juga berhasil ditekan dari Rp4,59 miliar di 2023 menjadi Rp2,8 miliar di 2024.
Tercatat, 3 konsumen terbesar (dengan transaksi lebih dari 10% dari total penjualan neto konsolidasian) VKTR per akhir 2024 adalah PT Hino Motors Manufacturing Indonesia senilai Rp249,19 miliar setara 24,83%, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors senilai Rp180,46 miliar setara 17,98% serta PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia senilai Rp153,99 miliar setara 15,34%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







