Perbankan Nasional Tetap Tangguh di Tengah Volatilitas Global

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan gejolak perekonomian global, sektor perbankan Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kinerja intermediasi perbankan tetap stabil dengan risiko kredit yang terjaga pada level aman.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam keterangan pers seusai Rapat Dewan Komisioner Bulanan pada 25 Juni 2025 menyebutkan, hingga Mei 2025 kredit perbankan tumbuh 8,43 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp7.997,63 triliun.
“Kredit investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan kenaikan 13,74 persen, diikuti kredit konsumsi 8,82 persen dan modal kerja 4,94 persen,” ujar Mahendra, Selasa (8/7/2025), di Jakarta.
Baca Juga: Tarif Impor AS Naik, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Masih Terkendali
Kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) secara gross berada di angka 2,29% dan net 0,85%. Sementara itu, rasio Loan at Risk (LaR) tercatat stabil di 9,93% masih dalam batas yang aman dan mendekati level sebelum pandemi.
Ketahanan sektor perbankan ditopang oleh permodalan yang kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan berada di level tinggi 25,51%, menjadi bantalan penting dalam meredam potensi risiko dari luar negeri.
Baca Juga: OJK Ingatkan Lembaga Keuangan Waspadai Risiko Global yang Meningkat
Meski begitu, pertumbuhan kredit kepada UMKM masih tergolong rendah, hanya 2,17% yoy. OJK menyatakan pihaknya terus mendorong perbankan untuk memperkuat peran intermediasi terhadap sektor ini, terutama dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional yang inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










