Transmisi Moneter Menguat, LPS Turunkan TBP Dorong Kredit dan DPK

AKURAT.CO Transmisi pelonggaran moneter di sektor keuangan kian terasa. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan (TBP) untuk simpanan dalam rupiah, sebagai langkah konkret memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan penyesuaian TBP merupakan kebijakan strategis yang mempertimbangkan arah bunga pasar, kondisi perbankan, dan dinamika ekonomi nasional. Penurunan TBP sebesar 25 basis poin untuk simpanan rupiah diumumkan pada periode reguler Mei 2025.
“Kalau bunga pasar turun, TBP juga akan turun. Kita mengikuti sinyal suku bunga agar tidak mengganggu transmisi kebijakan bank sentral,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (28/7/2025).
Baca Juga: LPS Sesuaikan Bunga Penjaminan Dukung Transmisi Kebijakan Moneter
TBP untuk simpanan di bank umum kini berada di level 4,00%, sedangkan untuk BPR sebesar 6,50%. Sementara itu, TBP dalam valuta asing tetap di 2,25%. Kebijakan ini akan berlaku mulai 1 Juni hingga 30 September 2025.
Langkah LPS ini dinilai mendukung kebijakan pelonggaran moneter yang telah dilakukan BI. Sejak Januari 2025, BI memangkas BI-Rate sebanyak tiga kali hingga berada di level 5,25%.
Tujuannya yaitu untuk meningkatkan konsumsi dan investasi melalui penurunan biaya pinjaman.
Efek domino dari kebijakan ini mulai terlihat pada pasar simpanan. Data LPS menunjukkan suku bunga simpanan rupiah turun terbatas di akhir Juni 2025.
Rata-rata suku bunga deposito (22 dma) turun 1 bps ke 4,15% secara month to month. Penurunan tertajam tercatat pada bank KBMI 4 yang turun 5 bps ke level 3,16%.
Di sisi lain, aktivitas transaksi di pasar uang antar bank (PUAB) meningkat signifikan. Volume transaksi harian overnight mencapai Rp13,73 triliun, tumbuh 9,34% secara bulanan.
Baca Juga: 12 Nama Lolos FPT Pertama Calon Ketua dan ADK LPS
Likuiditas yang lebih longgar mendorong bank untuk menurunkan suku bunga pinjaman secara bertahap.
“Turunnya TBP akan memperkuat insentif bagi bank untuk menyesuaikan suku bunga simpanan. Ini penting agar DPK dan kredit tumbuh sejalan dengan pemulihan ekonomi,” jelas Purbaya.
LPS juga memperkirakan tren penurunan suku bunga akan terus berlanjut pada paruh kedua 2025, baik untuk rupiah maupun valas. Hal ini seiring dengan kondisi stabilnya suku bunga global dan langkah BI menjaga stabilitas nilai tukar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








