Beda Nasib dengan ULTJ, Laba Bersih CMRY Semester l-2025 Melaju 24 Persen

AKURAT.CO Cisarua Mountain Dairy (CMRY) membukukan pertumbuhan laba bersih 24% secara tahun pada semester l-2025, mencapai Rp994 miliar (berkat raihan laba kuartal ll-2025 sebesar Rp514 miliar).
Capaian ini melampaui ekspektasi (59% estimasi 2025F konsensus) serta kontras dengan kompetitornya, Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ) yang justru mengalami kontraksi laba bersih sebesar 20% menjadi Rp604 miliar.
Menurut Riset Stockbit, CMRY mengekspektasikan pertumbuhan pendapatan sekitar 10–15% YoY selama 2025, dengan guidance margin laba kotor di kisaran 42–44%.
"Dengan realisasi kinerja selama semester l-2025, kami menilai bahwa CMRY dapat memenuhi atau bahkan melampaui target manajemen dan ekspektasi konsensus," tulis riset tersebut, dikutip Kamis (31/7/2025).
Baca Juga: Laba Bersih ULTJ Susut 19,29 Persen ke Rp613,14 Miliar di Semester I-2025
Pada kuartal ll-2025, pendapatan CMRY dari segmen ‘Dairy Product’ tumbuh tipis menjadi Rp933 miliar (3% YoY atau 8% QoQ), meski segmen ini masih terkoreksi 4% YoY selama semester l-2025 akibat realisasi pada kuartal l-2025 yang lemah (kontraksi 11% YoY dan 16% QoQ).
Akibat pelemahan bisnis ini dan kuatnya segmen ‘Consumer Foods’, kontribusi segmen ‘Dairy Product’ terhadap total pendapatan pada semester turun ke 35% ( versus periode sebelumnya 42%).
Sementara untuk segmenn Consumer Foods CMRY, di tengah segmen ‘Dairy Product’ yang soft, CMRY mencatatkan pertumbuhan total pendapatan yang solid pada 2Q25 (21% YoY dan 11% QoQ), ditopang oleh pendapatan segmen ‘Consumer Foods’ yang tumbuh 33% YoY dan 13% QoQ. Selama semester l-2025, pendapatan segmen ‘Consumer Foods’ CMRY tumbuh 32% YoY.
Di sisi lain, tingkat efisiensi opex CMRY dibanding kompetitor juga kontras. Selain pertumbuhan pendapatan, CMRY juga berhasil menjaga opex, dengan kenaikan yang relatif moderat selama semester l-2025 (6% YoY). Hal ini menyebabkan margin laba usaha naik selama periode ini ke level 22,2% (sebelumnya 19,8%), sehingga laba usaha tumbuh 31% YoY.
Sementara itu, margin laba usaha ULTJ selama 1H25 turun ke level 16,7% (sebelumnya 18,9%) akibat kenaikan opex (5% YoY) di tengah terkoreksinya pendapatan. Hal ini menyebabkan laba usaha ULTJ selama semester l-2025 turun 19% YoY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








