Bank Besar AS Diduga Hambat Kripto, Coinbase hingga Robinhood Terdampak

AKURAT.CO Kekhawatiran terhadap taktik anti-kompetitif yang dilakukan oleh bank-bank besar Amerika Serikat terhadap industri kripto semakin mencuat.
Sejumlah pakar industri, termasuk Alex Rampell yang merupakan General Partner di perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz (a16z), mengungkapkan bahwa beberapa bank secara aktif menghambat pertumbuhan platform kripto seperti Coinbase dan Robinhood.
Dikutip dari laman Crypto, Minggu (3/8/2025), Rampell menyatakan bahwa lembaga keuangan besar seperti JPMorgan diduga sengaja menaikkan biaya transaksi dan membatasi akses perbankan terhadap layanan kripto. Strategi ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk melemahkan daya saing perusahaan-perusahaan kripto di pasar keuangan digital.
Rampell mencontohkan bahwa biaya transfer sebesar USD10 untuk memindahkan dana sebesar USD100 ke akun Coinbase atau Robinhood akan sangat membebani pengguna.
“Jika tiba-tiba biaya sebesar USD10 dikenakan untuk memindahkan USD100 ke akun kripto, maka bisa saja banyak orang yang memilih untuk tidak melanjutkan transaksi tersebut,” katanya.
Baca Juga: PMK 50/2025 Dorong Legalitas dan Efisiensi Pajak Aset Kripto di RI
Dirinya juga menyinggung bahwa konsumen semakin sulit menghubungkan akun bank mereka dengan platform kripto maupun layanan fintech. Akibatnya, mereka dipaksa untuk tetap menggunakan produk keuangan tradisional, yang menurut Rampell tidak lagi efisien atau kompetitif dalam hal biaya dan kemudahan layanan.
Kondisi ini disamakan oleh Rampell dengan apa yang disebut sebagai “Operation Chokepoint”, sebuah inisiatif pemerintah era Presiden Joe Biden yang bertujuan membatasi akses perbankan bagi perusahaan-perusahaan tertentu, termasuk yang bergerak di sektor kripto. Namun, menurutnya, “Operasi Chokepoint 3.0” kali ini justru didorong langsung oleh bank-bank besar, bukan oleh pemerintah.
“Jangan salah, ini bukan soal mencari pendapatan baru bagi JPMorgan yang valuasinya mencapai USD800 miliar. Ini tentang membunuh persaingan. Jika JPM berhasil, bank-bank lain akan mengikuti jejak yang sama,” tegas Rampell.
Strategi ini menurutnya akan memperkuat dominasi bank konvensional dan melemahkan potensi inovasi dari sektor keuangan digital.
Kekhawatiran serupa sebelumnya juga telah disampaikan oleh Tyler Winklevoss, salah satu pendiri platform kripto Gemini. Ia menuduh bahwa sejumlah bank besar aktif berupaya menjegal pertumbuhan industri kripto. Bahkan, kritikan terbuka Winklevoss terhadap taktik bank membuat JPMorgan dikabarkan menghentikan rencananya untuk kembali bekerja sama dengan Gemini.
Baca Juga: Transaksi Kripto Naik Tajam, Upbit Indonesia Tegaskan Pentingnya Keamanan Pengguna
Meski menghadapi berbagai tekanan dan hambatan dari sistem keuangan tradisional, platform seperti Coinbase dan Robinhood tetap menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Coinbase, misalnya, tengah menyiapkan peluncuran saham tokenized, pasar prediksi, dan produk derivatif untuk pengguna di Amerika Serikat.
Sementara itu, Robinhood juga memperluas layanannya secara global dengan menyediakan lebih dari 200 saham tokenized dan exchange-traded funds (ETF) kepada pengguna di 31 negara Eropa. Platform ini menawarkan perdagangan bebas komisi serta pembagian dividen yang menarik bagi investor ritel internasional.
Dari sisi lain, lingkungan regulasi di Amerika Serikat sendiri menunjukkan sinyal positif terhadap perkembangan industri kripto. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) belakangan ini mengumumkan sejumlah peraturan yang lebih ramah terhadap aset digital, memperlihatkan adanya peluang bagi industri ini untuk terus tumbuh meski menghadapi tekanan dari institusi keuangan konvensional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








