Sri Mulyani Tegaskan Tak Ada Pajak Baru, Fokus Genjot Reformasi Internal

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memastikan tidak ada rencana pengenaan jenis pajak baru dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Langkah ini diambil meski target penerimaan pajak dipatok naik 13,5% menjadi Rp2.357,7 triliun.
“Apakah ada pajak baru? Tidak,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat.
Baca Juga: Dorong Pembangunan 770.000 Rumah Rakyat, Menkeu Sri Alokasikan Dana Hingga Rp 57,5 Triliun di 2026
Alih-alih mencari sumber penerimaan eksternal baru, pemerintah akan mengoptimalkan reformasi internal.
"Fokus utamanya meliputi pemanfaatan sistem Coretax, penguatan sinergi pertukaran data antar-kementerian/lembaga, serta peningkatan akurasi dan kecepatan data untuk pengawasan dan penegakan kepatuhan pajak," paparnya.
Menkeu juga menyoroti perbaikan sistem pemungutan pajak atas transaksi digital dalam dan luar negeri, program bersama analisis data, pemeriksaan, hingga pemberian insentif untuk daya beli, investasi, dan hilirisasi.
Baca Juga: Menkeu Sri: Pemberdayaan Warga Miskin Jadi Prioritas Utama Pemerintah
Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,4% dan inflasi 2,5%, target rasio perpajakan pada 2026 dipatok 10,47% terhadap PDB, lebih tinggi dibanding 2025 yang diproyeksikan 10,03%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







