Bos OJK Sebut Prospek Bisnis Bank Bulion Tetap Menjanjikan
Hefriday | 23 Agustus 2025, 18:56 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai aktivitas bullion bank di industri jasa keuangan nasional masih memiliki prospek cerah. Sektor ini bahkan menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, terutama di layanan pergadaian.
Berdasarkan catatan OJK, transaksi perdagangan emas melalui pergadaian hingga Juni 2025 tercatat mencapai Rp4,7 triliun. Dari sisi volume, jumlah emas yang beredar mencapai 2.759 kilogram. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat terhadap produk keuangan berbasis emas.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia, serta Komisi XI DPR RI, Kemarin (22/8/2025).
Menurut Mahendra, data tersebut mencerminkan peningkatan signifikan baik di sektor perbankan maupun pergadaian. “Dapat dilihat dari perkembangan dua lembaga jasa keuangan, yakni bank dan pergadaian, keduanya menunjukkan tingkat aktivitas yang meningkat sangat tinggi,” ujar Mahendra.
Dirinya juga menegaskan, prospek kegiatan bulion di Indonesia akan tetap menjanjikan di masa mendatang. Tidak hanya perdagangan emas, produk deposito emas juga mencatatkan kinerja positif. OJK melaporkan, total volume deposito emas di pergadaian telah mencapai 1.288 kilogram dengan nilai Rp2,2 triliun.
Produk ini menjadi salah satu alternatif investasi yang diminati masyarakat, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya diversifikasi aset. Selain itu, terdapat pula titipan emas dari kalangan korporasi. Hingga pertengahan tahun ini, nilai titipan emas tersebut mencapai Rp5,1 triliun dengan volume 2.949 kilogram.
Fenomena ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi perorangan, tetapi juga sebagai instrumen penyimpanan nilai bagi dunia usaha.
Produk pinjaman modal kerja berbasis emas pun ikut memberi kontribusi. Data OJK mencatat, hingga semester I-2025, produk ini mencapai volume 200 kilogram dengan nilai transaksi sebesar Rp331 miliar.
Skema ini dianggap mampu memberikan solusi pendanaan bagi pelaku usaha dengan jaminan yang lebih fleksibel. Melihat tren positif tersebut, OJK optimistis bahwa industri bullion bank akan terus berkembang. Mahendra menyebutkan, selain menjadi alternatif investasi, kegiatan ini juga berpotensi memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.
“Industri bullion merupakan sektor yang sangat prospektif. Sangat jelas bahwa prospeknya ke depan tetap tinggi,” ungkap Mahendra.
Mahendra juga menilai, kolaborasi lintas sektor, baik perbankan, pergadaian, maupun korporasi, akan menjadi kunci pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










