Daftar Saham Incaran Miliarder Saat Ini, Peluang Investasi dari Para Investor

AKURAT.CO Miliarder dunia dikenal sebagai investor ulung yang langkahnya selalu diperhatikan pasar, menjadikan pilihan saham mereka sebagai inspirasi investasi yang berharga.
Pada tahun 2025, beberapa miliarder terkemuka seperti Warren Buffett, Bill Ackman, dan David Tepper telah menambah kepemilikan di saham-saham unggulan yang dinilai memiliki prospek cerah ke depan.
Mempelajari strategi investasi mereka dapat menjadi referensi, namun penting bagi setiap investor untuk memahami bisnis yang dibeli dan membangun tesis investasi sendiri sesuai kebutuhan, tujuan, dan horizon waktu yang berbeda.
Pilihan Saham Favorit Para Miliarder Dunia
Beberapa miliarder telah menargetkan saham-saham tertentu yang menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat di berbagai sektor.
1. Warren Buffett - Domino's Pizza (DPZ)
Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, dikenal konsisten menggunakan dana perusahaan untuk berinvestasi di saham.
Dalam beberapa bulan terakhir, Berkshire Hathaway telah menambah kepemilikan pada Domino's Pizza (NASDAQ: DPZ), yang merupakan jaringan pizza terbesar di dunia.
Buffett tertarik pada Domino's Pizza karena pendapatan marginnya yang tinggi dan posisinya yang solid di industri makanan cepat saji.
Meskipun performa Domino's sempat tertinggal dibandingkan S&P 500, posisinya yang kuat dalam industri makanan cepat saji diyakini akan menjaga nilai investasi jangka panjang. Berkshire Hathaway kini menguasai lebih dari 2,6 juta lembar saham Domino’s.
2. Bill Ackman - Amazon (AMZN)
Bill Ackman, pendiri Pershing Square Capital Management yang menganut filosofi investasi Buffett, telah memperbesar portofolionya dengan membeli 5,8 juta saham Amazon (NASDAQ: AMZN) pada kuartal II 2025.
Investasi ini kini mewakili sekitar 9% dari total aset kelolaan perusahaannya.
Amazon tidak hanya mendominasi pasar e-commerce global, tetapi juga memiliki bisnis strategis di sektor iklan digital dan layanan komputasi awan melalui Amazon Web Services (AWS).
Divisi AWS mencatat penjualan bersih lebih dari 110 miliar dolar AS dalam 12 bulan terakhir, dengan laba operasional sekitar 43 miliar dolar AS.
Potensi AWS semakin besar seiring dengan meningkatnya permintaan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pusat data, menjadikan Amazon salah satu saham unggulan bagi investor jangka panjang.
Amazon merupakan saham favorit di kalangan miliarder, termasuk Philippe Laffont dari Coatue Management.
3. David Tepper - Vistra (VST)
David Tepper, miliarder sekaligus pemilik hedge fund Appaloosa Management menunjukkan ketertarikan pada Vistra (NYSE: VST), sebuah perusahaan energi yang menjadi top performer di pasar.
Berbeda dengan startup energi nuklir yang masih dalam tahap pengembangan, Vistra sudah memproduksi listrik dari berbagai sumber, termasuk tenaga nuklir.
Meskipun Appaloosa sempat mengurangi kepemilikan dalam dua kuartal terakhir, saham Vistra tetap menjadi salah satu dari 100 saham yang paling banyak diborong oleh hedge fund pada kuartal II 2025.
Nilai kepemilikan Tepper masih sekitar 350 juta dolar AS, menandakan keyakinannya pada prospek jangka panjang perusahaan.
Saham Potensial Masuk Indeks MSCI Indonesia
Pasar modal Indonesia juga menyoroti sejumlah saham yang berpotensi masuk ke dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada tinjauan kuartalan 7 Agustus 2025.
Saham-saham yang berhasil masuk indeks MSCI berpeluang besar mendapatkan suntikan dana dari investor institusional asing.
1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Saham BREN menjadi sorotan utama karena pergerakan harga dan struktur kepemilikannya kini memenuhi syarat untuk dievaluasi MSCI.
Saham ini sebelumnya dikecualikan karena tingginya konsentrasi kepemilikan, tetapi kini struktur pemegang sahamnya lebih tersebar. Jika harga saham bertahan di atas Rp 9.000, peluang BREN masuk indeks akan semakin besar.
2. PT Petrosea Tbk (PTRO): Saham PTRO yang juga berasal dari kelompok usaha milik Prajogo Pangestu, telah memenuhi metode seleksi Global Investable Market Index (GIMI) dari MSCI.
Likuiditas PTRO yang membaik dan kapitalisasi pasar yang kompetitif menjadikannya kandidat kuat untuk masuk indeks.
3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Saham CUAN, bagian dari grup yang sama dengan BREN dan PTRO menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapitalisasi free float yang sesuai dengan kriteria MSCI.
Transformasi struktur kepemilikan ini memberikan peluang besar untuk masuk ke jajaran saham global.
4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): DSSA menonjol karena fundamental keuangan yang solid dan struktur kepemilikan yang memadai.
Dengan Free-Float Adjusted Market Cap (FFMC) mencapai $6,6 miliar, jauh di atas batas minimum MSCI $1,5 miliar, serta rata-rata transaksi harian selama 12 bulan terakhir sebesar US7,2 juta, DSSA berpeluang masuk kategori Big Cap MSCI Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










