Akurat
Pemprov Sumsel

Daftar Saham Incaran Miliarder Saat Ini, Peluang Investasi dari Para Investor

Shalli Syartiqa | 4 September 2025, 17:30 WIB
Daftar Saham Incaran Miliarder Saat Ini, Peluang Investasi dari Para Investor

 

AKURAT.CO ​Miliarder dunia dikenal sebagai investor ulung yang langkahnya selalu diperhatikan pasar, menjadikan pilihan saham mereka sebagai inspirasi investasi yang berharga. ​

Pada tahun 2025, beberapa miliarder terkemuka seperti Warren Buffett, Bill Ackman, dan David Tepper telah menambah kepemilikan di saham-saham unggulan yang dinilai memiliki prospek cerah ke depan.

​​Mempelajari strategi investasi mereka dapat menjadi referensi, namun penting bagi setiap investor untuk memahami bisnis yang dibeli dan membangun tesis investasi sendiri sesuai kebutuhan, tujuan, dan horizon waktu yang berbeda​.

Pilihan Saham Favorit Para Miliarder Dunia

​Beberapa miliarder telah menargetkan saham-saham tertentu yang menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat di berbagai sektor.

1. Warren Buffett - Domino's Pizza (DPZ)

​Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, dikenal konsisten menggunakan dana perusahaan untuk berinvestasi di saham.

Dalam beberapa bulan terakhir, Berkshire Hathaway telah menambah kepemilikan pada Domino's Pizza (NASDAQ: ​DPZ), yang merupakan jaringan pizza terbesar di dunia.

​Buffett tertarik pada Domino's Pizza karena pendapatan marginnya yang tinggi dan posisinya yang solid di industri makanan cepat saji. ​

Meskipun performa Domino's sempat tertinggal dibandingkan S&P 500, posisinya yang kuat dalam industri makanan cepat saji diyakini akan menjaga nilai investasi jangka panjang. ​Berkshire Hathaway kini menguasai lebih dari 2,6 juta lembar saham Domino’s.

2. Bill Ackman - Amazon (AMZN)

Bill Ackman, pendiri Pershing Square Capital Management yang menganut filosofi investasi Buffett, telah memperbesar portofolionya dengan membeli 5,8 juta saham Amazon (NASDAQ: ​AMZN) pada kuartal II 2025.

​Investasi ini kini mewakili sekitar 9% dari total aset kelolaan perusahaannya.

​Amazon tidak hanya mendominasi pasar e-commerce global, tetapi juga memiliki bisnis strategis di sektor iklan digital dan layanan komputasi awan melalui Amazon Web Services (AWS). ​

Divisi AWS mencatat penjualan bersih lebih dari 110 miliar dolar AS dalam 12 bulan terakhir, dengan laba operasional sekitar 43 miliar dolar AS. ​

Potensi AWS semakin besar seiring dengan meningkatnya permintaan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pusat data, menjadikan Amazon salah satu saham unggulan bagi investor jangka panjang. ​

Amazon merupakan saham favorit di kalangan miliarder, termasuk Philippe Laffont dari Coatue Management.

3. David Tepper - Vistra (VST)

David Tepper, miliarder sekaligus pemilik hedge fund Appaloosa Management menunjukkan ketertarikan pada Vistra (NYSE: ​VST), sebuah perusahaan energi yang menjadi top performer di pasar.

​Berbeda dengan startup energi nuklir yang masih dalam tahap pengembangan, Vistra sudah memproduksi listrik dari berbagai sumber, termasuk tenaga nuklir.

​Meskipun Appaloosa sempat mengurangi kepemilikan dalam dua kuartal terakhir, saham Vistra tetap menjadi salah satu dari 100 saham yang paling banyak diborong oleh hedge fund pada kuartal II 2025.

​Nilai kepemilikan Tepper masih sekitar 350 juta dolar AS, menandakan keyakinannya pada prospek jangka panjang perusahaan.

Saham Potensial Masuk Indeks MSCI Indonesia

​Pasar modal Indonesia juga menyoroti sejumlah saham yang berpotensi masuk ke dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada tinjauan kuartalan 7 Agustus 2025.

​Saham-saham yang berhasil masuk indeks MSCI berpeluang besar mendapatkan suntikan dana dari investor institusional asing.

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): ​Saham BREN menjadi sorotan utama karena pergerakan harga dan struktur kepemilikannya kini memenuhi syarat untuk dievaluasi MSCI. ​

Saham ini sebelumnya dikecualikan karena tingginya konsentrasi kepemilikan, tetapi kini struktur pemegang sahamnya lebih tersebar. ​Jika harga saham bertahan di atas Rp 9.000, peluang BREN masuk indeks akan semakin besar.

2. PT Petrosea Tbk (PTRO): ​Saham PTRO yang juga berasal dari kelompok usaha milik Prajogo Pangestu, telah memenuhi metode seleksi Global Investable Market Index (GIMI) dari MSCI. ​

Likuiditas PTRO yang membaik dan kapitalisasi pasar yang kompetitif menjadikannya kandidat kuat untuk masuk indeks.

3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): ​Saham CUAN, bagian dari grup yang sama dengan BREN dan PTRO menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapitalisasi free float yang sesuai dengan kriteria MSCI.

​Transformasi struktur kepemilikan ini memberikan peluang besar untuk masuk ke jajaran saham global.

4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): ​DSSA menonjol karena fundamental keuangan yang solid dan struktur kepemilikan yang memadai. ​

Dengan Free-Float Adjusted Market Cap (FFMC) mencapai $6,6 miliar, jauh di atas batas minimum MSCI $1,5 miliar, serta rata-rata transaksi harian selama 12 bulan terakhir sebesar US7,2 juta, DSSA berpeluang masuk kategori Big Cap MSCI Indonesia.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.