Aksi Demo Kian Meluas, Ekonomi Filipina Masih Tahan Guncangan

AKURAT.CO Demonstrasi besar-besaran di Filipina terkait dugaan korupsi proyek pengendalian banjir belum mengguncang stabilitas pasar keuangan negara itu.
Mengutip dari laman reuters, mata uang Filipina (Peso) tercatat stabil terhadap dolar sepanjang September, sementara indeks saham acuan naik hampir 2%.
Diketahui, gelombang protes yang melibatkan lebih dari 100 ribu warga di Manila pada Minggu (21/9/2025) mencerminkan kemarahan publik terhadap korupsi yang dinilai merugikan masyarakat luas. Namun, investor tampaknya masih menilai gejolak politik ini dalam batas terkendali.
Baca Juga: Fakta-Fakta Demo Rusuh di Belanda yang Akibatkan 30 Orang Ditangkap
Merespon hal tersebut, Ekonom Bank Pembangunan Asia (ADB), Maria Teresa Habitan, menilai ketenangan pasar menunjukkan kepercayaan bahwa pemerintahan Marcos Jr. mampu mengelola krisis.
“Pasar melihat langkah pemerintah membentuk badan investigasi sebagai sinyal positif. Selama protes tidak berubah menjadi kerusuhan berkepanjangan, risiko ekonomi relatif terkendali,” katanya.
Namun, Maria memperingatkan potensi jangka panjang. Jika penyelidikan tidak transparan, kepercayaan publik bisa runtuh, memicu tekanan pada stabilitas politik dan berimbas pada ekonomi.
Seperti yang diketahui, pemerintah Marcos Jr. saat ini tengah menghadapi tantangan besar: meredam kekecewaan masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,9% pada semester pertama 2025.
Baca Juga: Diiringi Hujan, Ratusan Ojol Demo di Depan Gedung DPR
Sementara itu, sebagian pelaku usaha tetap cemas. “Kami khawatir ketidakpastian politik bisa menghambat investasi baru, terutama di sektor infrastruktur,” ujar pengusaha konstruksi di Quezon City, Carlo Bautista.
Hingga kini, aparat memastikan sebagian besar aksi berlangsung damai. Namun, bentrokan kecil di sekitar istana presiden yang menyebabkan polisi terluka serta pembakaran kontainer tetap menjadi catatan serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










