Menkeu Purbaya: Kenaikan DBHCHT Berdasarkan Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO Pemerintah membuka peluang untuk meningkatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi daerah, namun keputusan tersebut akan sangat bergantung pada kondisi keuangan negara dan kinerja ekonomi nasional.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal itu saat menanggapi permintaan sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Kudus, yang mengusulkan kenaikan alokasi DBHCHT untuk mendukung pembangunan wilayah.
“Semua daerah saat ini meminta tambahan DBHCHT. Pemerintah akan mempertimbangkannya dengan melihat kondisi keuangan negara. Semakin cepat pertumbuhan ekonomi, maka penerimaan negara dari cukai juga akan meningkat,” kata Purbaya saat kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (3/10/2025).
Baca Juga: Disindir Menkeu, Pembangunan Kilang Baru Dinilai Mendesak untuk Kurangi Defisit Sektor Migas
Menurut dia, peluang penambahan alokasi bagi daerah akan lebih jelas setelah evaluasi kinerja penerimaan negara pada triwulan kedua tahun depan. Jika ekonomi terus tumbuh positif, pemerintah akan memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk memperkuat transfer ke daerah.
“Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, seharusnya ada peluang untuk menambah distribusi ke daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kudus meminta agar alokasi DBHCHT yang diterima dapat ditingkatkan dari Rp268 miliar pada 2025 menjadi lebih dari Rp300 miliar. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bahkan menyebutkan, jika alokasi mencapai Rp1 triliun, Kudus berpotensi menjadi “Singapura-nya Indonesia”.
Permintaan tersebut dilatarbelakangi kontribusi besar Kudus terhadap penerimaan negara. Setiap tahun, daerah penghasil rokok ini menyumbang sekitar Rp43 triliun dari sektor cukai.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memahami pentingnya DBHCHT bagi daerah, terutama sebagai sumber pendanaan program kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan infrastruktur yang berkaitan dengan industri hasil tembakau. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan fiskal nasional agar kebijakan tetap berkelanjutan.
Baca Juga: Pelaku Usaha MICE Apresiasi Menkeu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
“Prinsipnya, kita ingin daerah yang berkontribusi besar mendapatkan dukungan optimal, tetapi semua tetap harus memperhatikan kemampuan anggaran negara,” tutur Purbaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








