Uang Beredar Meledak 18,6 Persen! Ekonomi RI Siap Tancap Gas di Akhir Tahun

AKURAT.CO Pemerintah menilai melimpahnya likuiditas dalam negeri menjadi pendorong utama penguatan ekonomi nasional pada triwulan IV 2025. Kondisi ini diharapkan menjadi titik awal pembalikan arah ekonomi menuju fase pertumbuhan yang lebih cepat pada tahun depan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mencapai 5,5% pada akhir tahun, ditopang oleh ekspansi uang primer dan meningkatnya penyaluran kredit perbankan.
“Base money atau uang primer sudah tumbuh signifikan, ini menjadi sinyal kuat ekonomi sedang bergeser ke fase akselerasi,” kata Purbaya dalam temu media via zoom di Bogor, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga: Langkah Tegas Menkeu Pecat 26 Pegawai Pajak Tuai Pujian
Berdasarkan data Bank Indonesia, uang primer pada September 2025 tumbuh 18,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp2.152,4 triliun, melonjak dari bulan sebelumnya yang hanya 7,3% yoy.
Kemenkeu juga menempatkan dana Rp200 triliun di lima bank Himbara untuk memperkuat likuiditas sistem perbankan.
Langkah tersebut, menurut Purbaya, akan segera berdampak pada peningkatan kredit ke sektor-sektor produktif.
“Kredit Mandiri saja sudah tumbuh dari sekitar delapan persen menjadi 11 persen. Saya perkirakan akan terus meningkat,” ujarnya.
Baca Juga: OJK-Menkeu Bentuk Tim Kerja Dorong Kinerja Pasar Modal
Seperti yang diketahui, degan meningkatnya likuiditas menjadi momentum pertumbuhan di tengah tantangan global. Kenaikan uang beredar akan memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi domestik yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi nasional.
Purbaya optimistis, kombinasi antara likuiditas yang terjaga dan peningkatan belanja pemerintah akan membawa perekonomian Indonesia ke jalur pertumbuhan lebih tinggi pada 2026.
“2026 pasti akan lebih cerah dibanding 2025,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








