Ini Alasan Menkeu Purbaya Kerap Kritik Kementerian Lain

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sikap kritisnya terhadap kinerja kementerian atau lembaga lain bukan untuk mencari perhatian atau menimbulkan polemik.
Dirinya menilai langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keuangan negara dan memastikan efektivitas belanja publik.
“Saya dikritik banyak orang, katanya jangan ngomong-ngomong komentarin menteri ini, menteri itu. Tapi saya bukan mengomentari, saya cuma jaga duit saya agar aman, sekaligus memastikan program ekonominya berjalan dengan baik,” ujar Purbaya dalam forum bertajuk '1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth' di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: Kemenkeu: Lonjakan Restitusi Cermin Sistem Pajak yang Sehat
Menurut Purbaya, sebagai pengelola fiskal, Kementerian Keuangan memiliki peran penting dalam memastikan setiap rupiah anggaran terserap optimal dan berdampak terhadap kesejahteraan rakyat. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran menjadi hal yang tak bisa dihindari.
“Saya harus pastikan setiap anggaran yang keluar punya efek ekonomi. Kalau ada yang tidak efisien, tentu perlu dikoreksi. Itu bagian dari tanggung jawab kami menjaga uang negara,” tegasnya.
Ia menambahkan, di bawah satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, perekonomian nasional menunjukkan ketahanan yang kuat. Pertumbuhan ekonomi kuartal II tercatat mencapai 5,12%, sementara inflasi tetap terkendali di 2,65 persen pada September 2025.
Defisit APBN juga terjaga di 1,56% terhadap PDB, jauh di bawah batas aman 3%. Kondisi ini, kata Purbaya, menunjukkan pengelolaan fiskal yang hati-hati dan terukur.
Baca Juga: Kemenkeu Kaji Tambahan Penempatan Dana di Bank Himbara
“Makanya saya bilang, ekonomi kita cukup lumayan. Angka 5,12% itu ajaib karena kalau dijumlah, lima tambah dua tambah satu sama dengan delapan. Jadi kita tetap fokus ke delapan persen,” katanya berseloroh.
Dengan nada ringan, ia juga menyebut Presiden Prabowo menjanjikan “hadiah” jika pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 bisa mencapai 5,5 hingga 5,6%.
“Kalau tercapai, nanti saya kasih tahu hadiahnya apa,” ujarnya disambut tawa peserta forum.
Meski dikenal vokal, Purbaya menegaskan dirinya tetap berkomitmen menjaga sinergi antar kementerian.
“Kritik itu bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk memperbaiki. Saya ingin memastikan ekonomi berjalan baik, fiskal sehat, dan uang rakyat digunakan dengan bijak,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









