Akurat
Pemprov Sumsel

Bank Raya Catat Laba Naik 23,9 Persen, Akselerasi Digital Dorong Kinerja

Hefriday | 31 Oktober 2025, 20:10 WIB
Bank Raya Catat Laba Naik 23,9 Persen, Akselerasi Digital Dorong Kinerja

AKURAT.CO PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan kinerja kuat pada Kuartal III/2025. Pertumbuhan positif terlihat pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, hingga peningkatan profitabilitas, seiring strategi akselerasi bisnis digital yang dijalankan perseroan.

Bank Raya membukukan total kredit Rp7,27 triliun, tumbuh 7,1% secara tahunan (yoy). Kinerja tersebut turut mendorong kenaikan total aset menjadi Rp13,59 triliun, atau tumbuh 6 persen (yoy).

Komitmen Bank Raya di bisnis digital terlihat dari agresivitas penyaluran kredit digital. Hingga Kuartal III/2025, total penyaluran kredit digital mencapai Rp20,61 triliun, melonjak 50,1% (yoy). Outstanding kredit digital turut naik signifikan menjadi Rp2,73 triliun, tumbuh 52,1% (yoy).

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp9,15 triliun, tumbuh 16,5% (yoy). Peningkatan ditopang pertumbuhan dana murah (CASA), yang mencapai Rp2,72 triliun atau 38,8% (yoy), sehingga rasio CASA naik menjadi 29,78%.

Baca Juga: Bank Raya Rayakan Harpelnas 2025 dengan Cashback dan Program Loyalty

Pertumbuhan bisnis mendorong perbaikan profitabilitas Bank Raya. Perseroan mencatatkan laba bersih Rp41,97 miliar, naik 23,9% (yoy). Rasio margin bunga bersih (NIM) meningkat menjadi 5,00% dari 4,35% pada tahun sebelumnya.

Imbal hasil aset (ROA) naik menjadi 0,42%, dan return on equity (ROE) membaik menjadi 1,72%, menguat dari 1,41% pada Kuartal III/2024.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan bahwa peluncuran berbagai inovasi sepanjang kuartal turut berperan mengakselerasi kinerja digital bank.

“Kami berada pada jalur yang tepat untuk membangun bisnis digital yang berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Selama kuartal berjalan, Bank Raya meluncurkan sejumlah fitur baru. Salah satunya Visa Virtual Card, yang memungkinkan nasabah bertransaksi di jaringan merchant online Visa domestik maupun internasional melalui Aplikasi Raya.

Bank juga memperkenalkan Fitur Uang Saku, yang dirancang untuk edukasi finansial anak usia 10–16 tahun. Melalui fitur ini, orang tua dapat mengatur limit transaksi, memonitor pengeluaran, dan mengevaluasi kebiasaan keuangan anak.

Baca Juga: Bank Raya Perkuat UMKM Lewat Pinjaman Produktif Mitra SRC

Sebagai digital attacker BRI Group, Bank Raya menggenjot adopsi produk digital lewat berbagai komunitas.

Kegiatan Raya Run di Surabaya berhasil menghadirkan lebih dari 2.000 pelari dan mendorong pemanfaatan fitur Saku Bareng untuk menabung kolektif.

Fitur Saku Bisnis juga semakin banyak digunakan pelaku usaha. Hingga September 2025, lebih dari 10 ribu pelaku usaha memanfaatkan fitur tersebut di berbagai klaster UMKM.

Secara keseluruhan, pengguna Aplikasi Raya menembus 1,6 juta nasabah, dengan total transaksi mencapai 3,8 juta, meningkat 45,4% (yoy). Tabungan digital tercatat Rp1,75 triliun, tumbuh 61,4% (yoy).

Produk unggulan Pinang Dana Talangan mencatat penyaluran Rp17,56 triliun, tumbuh 47,9% (yoy) kepada sekitar 46 ribu agen BRILink dan agen gadai. Outstanding produk tersebut mencapai Rp911,8 miliar, naik 57,1% (yoy).

Pinang Flexi, yang merupakan pinjaman multiguna untuk nasabah payroll BRI Group mencatatkan pertumbuhan outstanding sebesar Rp1,05 triliun atau tumbuh 79,9% (yoy). Sementara Pinang Maksima, kredit untuk pelaku usaha, tumbuh 78,3% (yoy) menjadi Rp691,29 miliar.

Bank Raya menjaga likuiditas dalam kondisi sehat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada 79,40%, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) 85,17%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 329,20%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 164,49%, seluruhnya jauh di atas ketentuan minimum 100%.

Struktur permodalan juga kuat, tercermin dari CAR 42,35% dan Tier 1 CAR 41,55%.

“Dengan kondisi ekonomi yang menantang, kami tetap menempatkan prudential banking sebagai prioritas sambil menangkap peluang pertumbuhan,” tegas Bagus.

Bank Raya kembali masuk ke Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI periode Juni–November 2025. Hal ini mencerminkan komitmen kuat perseroan terhadap penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).

Kontribusi pembiayaan UMKM ke sektor Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB) terus meningkat menjadi 31,2% pada September 2025.

Bank juga menjalankan program CSR Cluster Unggulan di tujuh kota, meliputi pendampingan UMKM dan penyediaan fasilitas penunjang usaha.

Inisiatif keberlanjutan lainnya diwujudkan melalui program Aksi Tanam 1000 Kebaikan, yang mengajak nasabah menanam mangrove melalui transaksi di Aplikasi Raya.

Hingga kini, Bank Raya telah menanam 3.500 pohon bakau, berpotensi menyerap 2.387 ton CO₂ per tahun.

Bank juga aktif meningkatkan literasi keuangan, termasuk lewat lebih dari 100 episode Inspiraya di media sosial dan kegiatan tatap muka.

“Setiap inisiatif yang kami jalankan tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan jangka panjang,” tutup Bagus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi