Akurat
Pemprov Sumsel

Solana Cetak Rekor Arus Masuk USD421 Juta di Tengah Gejolak Pasar Kripto

Hefriday | 4 November 2025, 18:44 WIB
Solana Cetak Rekor Arus Masuk USD421 Juta di Tengah Gejolak Pasar Kripto

AKURAT.CO Pasar aset digital kembali terguncang setelah pernyataan terbaru Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang menandakan kehati-hatian terhadap rencana pemangkasan suku bunga lanjutan. 

Dampaknya terasa nyata di pasar kripto global, dengan arus keluar mencapai USD360 juta dalam sepekan terakhir. 
 
Namun di tengah tekanan tersebut, Solana justru mencatat pencapaian bersejarah dengan arus masuk senilai USD421 juta menjadi satu-satunya aset utama yang mencatatkan kinerja positif di saat pasar lain melemah.
 
Langkah investor menarik dana besar-besaran terutama terjadi pada produk investasi berbasis Bitcoin. 
 
Menurut laporan CoinShares, Selasa (4/11/2025) ETF Bitcoin kehilangan dana mencapai USD946 juta hanya dalam satu pekan, menjadi penurunan terbesar di antara seluruh aset kripto. 
 
 
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter AS setelah pidato Powell yang dinilai bernada hawkish.
 
Dalam pidatonya, Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember belum dapat dipastikan. 
 
Dirinya menyebut pelonggaran kebijakan moneter yang terlalu cepat berpotensi mengganggu upaya penurunan inflasi, sementara penundaan yang terlalu lama bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Pernyataan tersebut segera memicu aksi risk-off di pasar global, termasuk di sektor aset digital.
 
Investor asal Amerika Serikat tercatat sebagai pihak paling agresif dalam penarikan dana, dengan arus keluar mencapai USD439 juta dari berbagai produk kripto. 
 
Sebaliknya, investor dari Jerman dan Swiss justru menunjukkan optimisme dengan mencatatkan arus masuk masing-masing sebesar USD32 juta dan USD30,8 juta. Kondisi ini menandakan perbedaan sentimen yang cukup tajam antara investor AS dan Eropa.
 
Minimnya rilis data ekonomi utama di Amerika Serikat juga memperburuk ketidakpastian pasar sepanjang pekan. Para pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sembari menunggu arah kebijakan moneter selanjutnya dari The Fed. 
 
Di tengah tekanan tersebut, Bitcoin kembali menjadi aset paling rentan, mencatatkan penurunan dana kelolaan terbesar dibandingkan aset digital lainnya.
 
Namun, berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang mengalami arus keluar, Solana (SOL) justru menorehkan hasil yang mengesankan. 
 
Blockchain berkecepatan tinggi ini mencatat arus masuk senilai USD421 juta, menjadi pencapaian mingguan tertinggi kedua dalam sejarah aset tersebut. Lonjakan ini disebut dipicu oleh meningkatnya permintaan institusional setelah peluncuran produk ETF Solana di Amerika Serikat.
 
Peluncuran ETF Solana seperti Bitwise BSOL terbukti menarik minat besar dari investor besar. Berdasarkan data SoSoValue, ETF ini membukukan arus masuk bersih selama empat hari berturut-turut dengan total USD200 juta sejak perdagangan perdananya. 
 
Fenomena ini menunjukkan bahwa institusi mulai melihat Solana sebagai aset yang memiliki potensi jangka panjang di luar bayang-bayang Bitcoin dan Ethereum.
 
Kehadiran ETF Solana menandai tonggak penting dalam ekspansi ekosistem blockchain ini ke ranah keuangan institusional. Produk seperti Grayscale GSOL, yang mulai diperdagangkan di NYSE Arca sejak 29 Oktober, memberikan investor eksposur langsung terhadap token SOL sekaligus potensi imbal hasil melalui mekanisme staking. 
 
Keunggulan ini membuat ETF Solana tampil lebih menarik bagi investor yang mencari sumber imbal hasil tambahan, berbeda dengan ETF Bitcoin yang sifatnya pasif.
 
Sejak awal tahun, total arus masuk ke Solana telah menembus USD3,3 miliar, menegaskan posisinya sebagai salah satu aset digital dengan pertumbuhan tercepat di pasar kripto global. 
 
Ketahanan Solana di tengah tekanan pasar menunjukkan meningkatnya keyakinan terhadap fundamental teknologinya, terutama kemampuan jaringan dalam memproses transaksi cepat dengan biaya rendah.
 
Selain itu, momentum positif Solana juga didukung oleh semakin banyaknya proyek DeFi dan NFT yang beralih ke jaringannya. Faktor-faktor ini memperkuat persepsi bahwa Solana tidak sekadar menjadi alternatif Ethereum, melainkan mulai membentuk ekosistem tersendiri yang matang dan kompetitif.
 
Meski demikian, volatilitas pasar tetap tinggi. Arus keluar yang besar akibat sinyal kebijakan The Fed menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap kebijakan moneter global. 
 
Bagi investor, kehati-hatian tetap menjadi kunci, mengingat arah suku bunga dan inflasi masih menjadi faktor dominan yang menentukan pergerakan harga aset digital dalam waktu dekat.
 
Dengan lonjakan arus masuk yang signifikan, Solana kini berada di persimpangan penting. Apakah mampu mempertahankan momentumnya di tengah tekanan makroekonomi, atau akan mengikuti jejak koreksi aset kripto lainnya. 
 
Namun satu hal pasti, kinerja impresifnya dalam beberapa pekan terakhir telah menjadikan Solana sebagai simbol ketahanan dan inovasi di tengah gejolak pasar aset digital global.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa