AKURAT.CO Aset kripto XRP kembali menghadapi tekanan jual setelah kelompok holder jangka panjang mulai mempercepat aksi ambil untung di tengah penurunan harga.
Dikutip dari data terbaru dari Glassnode, Senin (10/11/2025) menunjukkan realisasi keuntungan melonjak drastis, menambah tekanan pada kinerja token yang dalam beberapa pekan terakhir bergerak melemah.
Menurut Glassnode, investor awal yang mengakumulasi XRP di bawah USD1 sebelum reli besar akhir 2024 mulai melepas kepemilikan dalam skala yang tidak biasa.
Aktivitas realisasi keuntungan meningkat 240% sejak September, dari sekitar USD65 juta per hari menjadi hampir USD220 juta. Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku signifikan di antara pemegang jangka panjang.
Tekanan jual tersebut terjadi di saat harga XRP terkoreksi dari puncak September di level USD3,09 menjadi sekitar USD2,30. Tidak seperti pola historis di mana penjualan sering muncul bersamaan dengan penguatan harga, aksi jual kali ini justru dilakukan saat pasar sedang melemah.
"Fenomena ini bisa disebut sebagai 'distribusi ke dalam kelemahan,' suatu dinamika yang menunjukkan menurunnya keyakinan terhadap prospek kenaikan jangka pendek XRP, tulis salah satu analis di Glassnode.
Holder baru kini banyak yang berada dalam posisi merugi, sementara investor lama yang masuk pada fase akumulasi di bawah USD1 masih mengantongi keuntungan meski mulai mengurangi eksposur.
Kondisi ini menunjukkan bahwa aksi jual bukan sekadar pengambilan untung biasa, melainkan strategi defensif untuk mempertahankan modal di tengah memburuknya sentimen pasar kripto.
Meski harga mengalami tekanan, fundamental XRP dinilai tetap solid. Pertarungan hukum bertahun-tahun antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah mencapai penyelesaian setelah beberapa putusan pengadilan yang menguntungkan Ripple.
Kejelasan regulasi tersebut sebelumnya memicu peningkatan akumulasi dan menjadi pemicu reli kuat XRP pada akhir 2024. Selain itu, Ripple memperkuat fondasi jangka panjang asetnya melalui pendanaan sebesar USD500 juta serta serangkaian akuisisi strategis.
Langkah ini memperluas ekosistem produk perusahaan dan meningkatkan jangkauan global, faktor yang dinilai akan berdampak positif terhadap utilitas XRP dalam jangka panjang.
Dari sisi pasar, ekspektasi terhadap perkembangan ETF semakin menambah sentimen optimistis. XRP menjadi salah satu kripto besar yang belum memiliki ETF spot di AS, namun sejumlah pengelola aset diketahui telah mengajukan proposal yang masih menunggu persetujuan regulator.
Dengan kombinasi tekanan teknikal jangka pendek dan fundamental yang masih kuat, pergerakan XRP ke depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh respons investor atas kondisi pasar serta perkembangan regulasi, termasuk peluang hadirnya ETF spot yang dapat membuka likuiditas baru bagi aset tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








