Rogoh Kocek Rp5 Triliun, Agung Sedayu Tambah Kepemilikan Saham PIK 2 Hingga 84 Persen
Hefriday | 19 Desember 2025, 16:34 WIB

AKURAT.CO Entitas Agung Sedayu dan Salim Group melalui PT Multi Artha Pratama (MAP) kembali menambah kepemilikannya di PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2.
Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (19/12/2025) penambahan saham tersebut dilakukan melalui eksekusi hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dalam aksi rights issue yang digelar perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, MAP menyampaikan telah melaksanakan HMETD sebanyak 385.356.454 saham PANI dengan harga pelaksanaan Rp12.975 per saham. Transaksi tersebut dilakukan pada 18 Desember 2025 dengan total nilai mencapai Rp 4,99 triliun atau hampir Rp 5 triliun.
Dengan pelaksanaan rights issue tersebut, kepemilikan MAP di PANI meningkat signifikan. Setelah transaksi, entitas Agung Sedayu dan Salim Group itu tercatat menguasai 15.224.337.389 saham atau setara 84,08% dari total saham PANI.
Jumlah kepemilikan tersebut naik dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level 14.838.980.935 saham. Aksi korporasi ini sekaligus mempertegas posisi MAP sebagai pemegang saham pengendali utama PIK2.
Dalam laporan yang sama, perseroan juga mengungkapkan masih terdapat efek bersifat ekuitas yang belum dilaksanakan sebanyak 9.973.716 unit. Angka tersebut setara dengan sekitar 0,82% dari total maksimum saham yang ditawarkan dalam aksi rights issue PANI.
Sebagaimana diketahui, PANI menawarkan sebanyak-banyaknya 1,21 miliar saham baru melalui HMETD dengan harga pelaksanaan Rp 12.975 per saham. Periode pelaksanaan rights issue tersebut berlangsung pada 12 hingga 18 Desember 2025.
Rights issue ini menjadi salah satu langkah strategis PANI untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung rencana ekspansi usaha. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mempertebal kepemilikan saham perseroan di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
Manajemen PANI sebelumnya menyampaikan bahwa penguatan kepemilikan di CBDK diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan dan memperkuat sinergi bisnis grup secara keseluruhan. Langkah ini juga dinilai sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.
Meski mendapat dukungan kuat dari pemegang saham utama, pergerakan saham PANI di pasar belum sepenuhnya mencerminkan sentimen positif tersebut. Pada perdagangan Jumat (19/12/2025), saham PIK2 tercatat bergerak melemah.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, hingga akhir sesi I Jumat siang, saham PANI turun 0,94% ke level Rp 13.175 per saham. Pelemahan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar dan aksi ambil untung oleh sebagian investor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










