Bea Cukai Proses Sanksi 33 Pegawai, Tegaskan Reformasi Integritas

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memproses sanksi terhadap 33 pegawai yang diduga melakukan kecurangan (fraud) dan pelanggaran disiplin berat sepanjang 2025.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan penguatan integritas dan reformasi internal di tubuh Bea Cukai.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, mengatakan penindakan terhadap pelanggaran disiplin dilakukan secara tegas dan konsisten.
Baca Juga: Ancaman Tegas Purbaya Bekukan Bea Cukai, Begini Respon Bos DJBC
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memastikan kinerja pengawasan dan penerimaan negara berjalan optimal.
“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti secara tegas setiap pelanggaran disiplin, sebagai bagian dari penguatan kualitas dan integritas SDM Bea Cukai,” ujar Nirwala di Kantor DJBC Jakarta, Selasa.
Penanganan kasus pada 2025 ini melanjutkan langkah serupa pada tahun sebelumnya. Pada 2024, Bea Cukai telah memberhentikan 27 pegawai yang terbukti terlibat fraud dan pelanggaran disiplin berat.
Selain penegakan disiplin, DJBC juga terus melakukan pembinaan internal melalui penguatan kompetensi dan tata kelola SDM.
Baca Juga: 5 Ribuan iPhone 16 Masuk Indonesia, DJBC: Tak Langgar Aturan
Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran Bea Cukai sebagai institusi pengawasan di perbatasan dan pengelola penerimaan negara.
Nirwala menegaskan, konsistensi penegakan disiplin akan terus dijaga seiring dengan penguatan fungsi pengawasan dan penindakan.
"Kami selalu menargetkan terciptanya organisasi yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap tantangan ke depan," tegasnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








