Menkeu Purbaya: Defisit APBD 2026 Bisa Longgar Jika Belanja Daerah Optimal

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, membuka peluang penambahan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun anggaran 2026.
Namun, relaksasi tersebut hanya akan diberikan kepada pemerintah daerah yang mampu meningkatkan kualitas dan realisasi belanjanya.
Menurut Purbaya, fleksibilitas defisit tidak akan efektif apabila kinerja belanja daerah masih rendah dan menyisakan anggaran dalam jumlah besar.
Baca Juga: Aturan Baru DHE SDA Berlaku 2026, Menkeu Purbaya Bidik Lonjakan Cadangan Devisa
“Kalau dia (pemerintah daerah) bisa belanjanya bagus, mungkin bisa ditambah (batas defisit APBD-nya),” kata Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Mengutip hasil data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan realisasi belanja daerah sepanjang 2025 mencapai Rp1.246,6 triliun. Angka tersebut turun 8,6% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.363,9 triliun.
Penurunan juga terjadi pada sisi pendapatan. Total pendapatan daerah pada 2025 tercatat Rp1.288,3 triliun, melemah 5,7% dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai Rp1.366,9 triliun.
Dengan kondisi tersebut, APBD 2025 secara agregat masih mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah tercatat mencapai Rp67,1 triliun.
Adapun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) daerah pada 2025 diperkirakan mencapai Rp108,7 triliun. Menkeu menilai besarnya SILPA tersebut mencerminkan belanja daerah yang belum optimal, meski ruang fiskal masih tersedia.
Baca Juga: Defisit APBN Kian Melebar, Begini Penjelasan Menkeu Purbaya
“Kalau seperti sekarang sisanya masih Rp100 triliun lebih untuk seluruh daerah, ditambah juga percuma,” ujarnya.
Purbaya menegaskan, kebijakan fleksibilitas defisit APBD hanya akan dipertimbangkan jika pemerintah daerah mampu memperbaiki kualitas belanja, khususnya belanja yang berdampak langsung terhadap layanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






