Akurat
Pemprov Sumsel

KSSK: Permintaan Domestik dan Investasi Dorong Ekonomi 2026

Demi Ermansyah | 27 Januari 2026, 18:50 WIB
KSSK: Permintaan Domestik dan Investasi Dorong Ekonomi 2026

AKURAT.CO Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai penguatan permintaan domestik dan investasi akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 yang diproyeksikan mencapai 5,4% (yoy).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan berbagai sinergi kebijakan pemerintah dan otoritas anggota KSSK diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi, serta memperkuat aktivitas dunia usaha.

Menurut dia, kinerja sejumlah indikator ekonomi sejauh ini masih menunjukkan ketahanan yang solid dan dinilai mampu menopang momentum pertumbuhan ke depan.

Baca Juga: KSSK Rapat Tertutup dengan Komisi XI DPR Bahas Arah Ekonomi 2026

“Perekonomian nasional sepanjang 2026 diperkirakan bakal ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai sinergi kebijakan,” ujarnya.

Selain konsumsi, investasi disebut terus diperkuat. Pemerintah mendorong peran Danantara Indonesia sebagai pengungkit masuknya investasi swasta, termasuk pada sektor hilirisasi sumber daya alam.

Langkah ini diperkuat melalui upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif, salah satunya lewat pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Baca Juga: Rapat KSSK, Bos OJK Update Tarif Trump hingga Keuangan Syariah

KSSK menilai strategi tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar di tengah tekanan eksternal. Apalagi, kondisi global masih diwarnai ketegangan perdagangan, risiko geopolitik, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter AS.

Dengan kombinasi penguatan sisi domestik dan stabilitas sektor keuangan, KSSK optimistis ekonomi Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan yang terjaga pada 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.