Menkeu Purbaya: Gejolak IHSG Cuma Shock Sementara, Fundamental RI Masih Kuat

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai gejolak tajam di pasar modal dalam beberapa hari terakhir tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.
Ia menyebut koreksi yang memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt lebih disebabkan faktor sentimen jangka pendek.
“Ini jelas shock sementara karena fundamental kita tidak bermasalah,” ujar Purbaya di Gedung Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Rotasi 70 Pegawai Pajak, Menkeu Purbaya Tekankan Disiplin Internal
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt dua hari berturut-turut, Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).
Tekanan jual meningkat setelah rilis laporan dari lembaga indeks global MSCI yang memicu aksi jual masif.
Meski demikian, pada perdagangan Jumat pagi IHSG mulai menunjukkan pemulihan dengan dibuka menguat 1,06% ke level 8.319,15. Penguatan ini dinilai sebagai sinyal stabilisasi setelah volatilitas ekstrem dalam dua hari sebelumnya.
Purbaya menilai reaksi pasar cenderung berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi riil perekonomian Indonesia. Ia menegaskan indikator makroekonomi tetap dalam jalur yang sehat, sementara reformasi struktural di sisi fiskal terus berjalan.
Menurut dia, pembenahan di sektor kepabeanan dan perpajakan akan memperkuat penerimaan negara dan menopang fondasi fiskal jangka menengah.
Baca Juga: Bos BEI Mundur dari Jabatan, Begini Kata Menkeu Purbaya
“Fondasi ekonomi akan membaik. Bea cukai sudah dibenahi, pajak segera menyusul,” katanya.
Ia pun mengimbau pelaku pasar untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan fluktuasi jangka pendek.
Menurutnya, volatilitas seperti ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang dipengaruhi sentimen global dan teknikal, bukan perubahan mendasar pada ekonomi domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










