Pejabat OJK dan BEI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, Hasto: Ini Teladan Kepemimpinan

AKURAT.CO Sejumlah pejabat tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan mengundurkan diri di tengah gejolak pasar modal yang terjadi baru-baru ini.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menilai, langkah tersebut sebagai bentuk keteladanan baru dalam budaya kepemimpinan di Indonesia.
Menurut Hasto, kesediaan seorang pejabat untuk meletakkan jabatan ketika menghadapi persoalan besar merupakan cerminan standar etika dan tanggung jawab moral yang tinggi.
Sikap itu, kata dia, sejalan dengan semangat “Satyam Eva Jayate” (Hanya Kebenaran yang Berjaya) yang menjadi tema Rakernas I PDIP, sekaligus berfungsi sebagai perisai moral bagi para pemimpin bangsa.
“Di dalam Rakernas Pertama PDI Perjuangan, tema Satyam Eva Jayate adalah perisai moral. Ketika kami melihat ada pejabat yang menunjukkan tanggung jawab moralnya dengan mundur, PDI Perjuangan memandang hal ini sebagai suatu keteladanan baru yang patut diapresiasi,” ujar Hasto kepada wartawan di Gedung Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Ia menegaskan bahwa jabatan publik bukan sekadar kursi kekuasaan, melainkan amanah besar yang menuntut pertanggungjawaban nyata kepada rakyat.
Baca Juga: Ancaman Perang Dunia III Mengintai, Indonesia Perlu Segera Siapkan Ketahanan Nasional
Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang belum stabil, Hasto mendorong adanya sinergi yang kuat antara otoritas moneter, fiskal, dan sektor riil untuk memitigasi dampak gejolak pasar keuangan.
“Yang lebih penting saat ini adalah bagaimana otoritas moneter, fiskal, dan sektor riil bekerja sama. Berbagai persoalan di sektor keuangan dan pasar modal jangan sampai mengganggu sektor riil. Kepentingan rakyat, bangsa, dan negara harus dikedepankan di atas segalanya,” jelasnya.
Bagi PDIP, pengunduran diri massal di tubuh regulator keuangan ini harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan keuangan nasional.
Hasto menekankan bahwa setiap kebijakan ekonomi pemerintah harus berorientasi pada kedaulatan ekonomi rakyat agar tidak mudah terguncang oleh spekulasi pasar global.
“Setiap keputusan ekonomi yang diambil pemerintah harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan kedaulatan ekonomi nasional,” tegasnya.
Sebelumnya, krisis di jajaran regulator keuangan mencuat menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan pada 28–29 Januari 2026.
Setelah Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BEI, publik kembali dikejutkan dengan mundurnya tiga pejabat kunci OJK, yakni Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









