Bank Saqu Perkuat Segmen Produktif Lewat Sunrise Society

AKURAT.CO PT Bank Saqu Indonesia mengakselerasi strategi pertumbuhan berbasis komunitas untuk memperkuat penetrasi ke segmen generasi produktif dan solopreneur.
Melalui program Sunrise Society Vol.4 “The Circle”, perseroan membangun engagement berbasis gaya hidup yang dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan promosi konvensional.
Sejak diperkenalkan pada Juli 2025, Bank Saqu Sunrise Society telah menjangkau sekitar 1.200 peserta dan menggandeng 56 komunitas aktif.
Sepanjang 2025, jumlah nasabah Bank Saqu tercatat lebih dari 3,2 juta, dengan sekitar 40% berasal dari segmen solopreneur dan generasi produktif.
Baca Juga: Genap Dua Tahun, Bank Saqu Mantapkan Posisi sebagai Mitra Finansial Anak Muda
Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando mengatakan, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu pilar pertumbuhan perseroan di tengah kompetisi perbankan digital yang semakin ketat.
“Melalui Bank Saqu Sunrise Society, kami membangun engagement berbasis nilai yang relevan dengan segmen nasabah produktif yang menjadi fokus pertumbuhan Bank Saqu,” ujar Willy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Menurut dia, interaksi komunitas tidak hanya berdampak pada peningkatan brand engagement, tetapi juga mendorong akuisisi dan aktivasi produk secara organik. Bank Saqu melihat keterlibatan berbasis lifestyle mampu menciptakan kedekatan emosional yang lebih kuat dengan nasabah.
Sunrise Society Vol.4 “The Circle” yang digelar pada Sabtu (14/2) di area parkir Kuningan City, Jakarta, mengusung konsep “One Loop, Two Movements: Run & Ride”. Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari komunitas lari, komunitas sepeda, nasabah, serta karyawan Bank Saqu.
Baca Juga: Bank Saqu Gandeng Pevita Pearce Nyalakan Semangat Generasi Muda di IdeaFest 2025
Konsep tersebut mempertemukan aktivitas lari dan bersepeda dalam satu lintasan sebagai simbol kolaborasi lintas komunitas. Perseroan menilai ekosistem yang kuat dibangun melalui kebersamaan dan konsistensi, sejalan dengan prinsip pengelolaan keuangan yang berkelanjutan.
“Disiplin dalam membangun rutinitas sehat memiliki prinsip yang sama dengan membangun ketahanan finansial, dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” kata Willy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







