NOBU Bakal Buyback Saham Rp50 Miliar di Tengah Volatilitas Pasar

AKURAT.CO PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) berencana melakukan pembelian kembali saham perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI atau buyback saham sebanyak-banyaknya Rp50 miliar.
Manajemen menjelaskan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh perseroan tidak akan melebihi 20% dari modal disetor perseroan dan saham free float setelah pelaksanaan Buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari modal disetor perseroan.
Adapun, buyback saham dilakukan menyusul kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dan untuk ikut serta mewujudkan terciptanya kegiatan pasar modal Indonesia yang stabil.
Baca Juga: NISP Bakal Buyback Saham Rp1 Miliar di Tengah Volatilitas Pasar
"Sebagai upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dalam kondisi volatilitas tinggi dan meningkatkan kepercayaan investor," ujar Direktur Utama NOBU, Suhaiman Djohan dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (9/3/2026).
Buyback saham akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 bulan setelah Keterbukaan Informasi ini, terhitung sejak tanggal 9 Maret 2026 sampai dengan 8 Juni 2026, kecuali diakhiri lebih cepat oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan peraturan UU yang berlaku.
Buyback saham akan dilakukan di BEI melalui pasar reguler dan hanya akan dilakukan melalui PT Ciptadana Sekuritas. Pelaksanaan Buyback akan mengikuti ketentuan lainnya sesuai POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023.
Terkait dampaknya ke pereroan, manajemen mengatakan buyback saham diperkirakan tidak penurunan pendapatan dari kegiatan usaha perseroan dalam bidang perbankan.
Buyback saham diyakini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan usaha perseroan, kinerja keuangan, posisi permodalan dan likuiditas karena perseroan memiliki posisi likuiditas dan arus kas yang memadai untuk menjalankan kegiatan operasional perseroan.
"Buyback saham diharapkan memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien serta harga saham perseroan dapat lebih mencerminkan kinerja perseroan saat ini dan di masa datang," tutur Suhaiman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








