Tips THR untuk Dana Pendidikan Anak, Cara Cerdas Orang Tua Menyiapkan Masa Depan

AKURAT.CO Setiap menjelang Idulfitri, banyak karyawan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya langsung habis untuk kebutuhan Lebaran, mulai dari mudik, belanja, hingga berbagai keperluan keluarga.
Padahal, di balik euforia Lebaran, ada satu kebutuhan jangka panjang yang sering luput dari perhatian: biaya pendidikan anak yang terus meningkat setiap tahun.
Di sinilah pentingnya memahami tips THR untuk dana pendidikan anak, agar sebagian dari dana tambahan tersebut bisa dialokasikan untuk masa depan keluarga. Dengan strategi yang tepat, THR bukan hanya menjadi uang konsumtif, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam perencanaan keuangan keluarga yang lebih sehat.
Cara Memanfaatkan THR untuk Dana Pendidikan Anak
Ada beberapa tips THR untuk dana pendidikan anak yang dapat diterapkan oleh orang tua sejak dini, di antaranya:
Menyisihkan sebagian THR khusus untuk tabungan pendidikan anak
Menghitung proyeksi biaya sekolah hingga kuliah
Memilih instrumen tabungan atau investasi pendidikan anak
Menyiapkan strategi perencanaan keuangan keluarga jangka panjang
Melindungi rencana pendidikan dengan perlindungan finansial
Langkah sederhana ini dapat membantu orang tua lebih siap menghadapi kenaikan biaya pendidikan yang terjadi hampir setiap tahun.
Kenapa Dana Pendidikan Anak Harus Direncanakan Sejak Dini
Perencanaan pendidikan anak sering kali baru dipikirkan ketika anak sudah mendekati usia sekolah. Padahal, menurut para perencana keuangan, strategi terbaik justru dimulai jauh lebih awal.
Dalam sesi diskusi finansial yang diselenggarakan Allianz Indonesia melalui program Ruang Diskusi NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz), Certified Financial Planner Annisa Steviani menegaskan bahwa biaya pendidikan cenderung meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan.
“Banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah masuk usia sekolah. Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir. Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya,” ujar Annisa melalui keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan biaya kuliah rata-rata mencapai 6,03% per tahun, sementara kenaikan gaji tahunan rata-rata hanya sekitar 3%.
Kondisi ini membuat banyak keluarga berisiko mengalami tekanan finansial ketika anak memasuki jenjang pendidikan tinggi jika perencanaan pendidikan anak tidak disiapkan sejak awal.
Momentum THR dan Bonus Tahunan untuk Memulai Dana Pendidikan
THR dan bonus tahunan sering menjadi salah satu sumber dana segar terbesar dalam setahun bagi banyak keluarga.
Momentum ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk:
membuka tabungan pendidikan anak
menambah alokasi investasi pendidikan anak
mengevaluasi kembali strategi keuangan keluarga
memperbarui proyeksi biaya sekolah
Head of Corporate Communications Allianz Indonesia, Wahyuni Murtiani, mengatakan bahwa momen menjelang Idulfitri sering menjadi waktu refleksi finansial bagi keluarga.
Menurutnya, THR bisa menjadi titik awal untuk memperkuat perencanaan keuangan orang tua, terutama dalam menyiapkan masa depan anak.
Ia menjelaskan bahwa perencanaan pendidikan anak tidak hanya soal menabung, tetapi juga tentang memastikan rencana tersebut tetap berjalan meskipun terjadi risiko finansial dalam keluarga.
Tips Praktis Menggunakan THR untuk Dana Pendidikan Anak
Agar cara menggunakan THR secara bijak bisa benar-benar membantu masa depan anak, ada beberapa langkah praktis yang disarankan oleh perencana keuangan.
1. Survei sekolah sejak dini
Orang tua sebaiknya mulai mencari informasi mengenai sekolah yang diinginkan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi.
Dengan mengetahui kisaran biaya masuk dan SPP, keluarga bisa membuat estimasi biaya pendidikan anak secara lebih realistis.
2. Siapkan rencana alternatif (Plan B dan C)
Tidak semua anak akan masuk ke sekolah pilihan pertama.
Karena itu, orang tua perlu menyiapkan beberapa opsi sekolah dengan simulasi biaya yang berbeda agar perencanaan keuangan keluarga tetap aman.
3. Buat proyeksi biaya pendidikan
Catat estimasi biaya pendidikan di setiap jenjang dan tambahkan proyeksi kenaikan biaya setiap tahun.
Langkah ini membantu orang tua memahami berapa dana yang harus disiapkan untuk menyiapkan dana kuliah anak di masa depan.
4. Perhatikan jarak kelahiran anak
Jika memiliki lebih dari satu anak, penting untuk memperhitungkan timeline pendidikan agar kebutuhan biaya tidak menumpuk dalam periode yang sama.
Strategi ini membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga dalam jangka panjang.
Risiko yang Bisa Mengganggu Dana Pendidikan Anak
Selain menabung dan berinvestasi, orang tua juga perlu memikirkan potensi risiko yang bisa mengganggu rencana pendidikan anak.
Annisa Steviani mengingatkan bahwa perencanaan pendidikan bukan hanya soal menyimpan uang.
“Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang bisa mengganggu rencana, seperti sakit atau risiko meninggal dunia. Jika pencari nafkah utama mengalami risiko, maka dana pendidikan anak bisa ikut terdampak,” jelasnya.
Risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah utama dapat memengaruhi kelangsungan pendidikan anak, sehingga perlindungan finansial menjadi bagian penting dari strategi keuangan keluarga.
Mengapa Banyak THR Habis Tanpa Perencanaan
Fenomena yang sering terjadi di Indonesia adalah THR habis untuk konsumsi jangka pendek.
Mulai dari belanja Lebaran, gadget baru, hingga liburan keluarga. Meskipun tidak salah, pola ini sering membuat keluarga kehilangan kesempatan untuk membangun perencanaan keuangan jangka panjang.
Padahal, jika sebagian kecil saja dari THR dialokasikan secara rutin setiap tahun untuk investasi pendidikan anak, dampaknya bisa sangat besar dalam jangka waktu 10–15 tahun.
Terlebih lagi, biaya kuliah naik setiap tahun, sehingga menunda perencanaan hanya akan membuat kebutuhan dana semakin besar.
Simulasi Sederhana Perencanaan Dana Pendidikan dari THR
Bayangkan sebuah keluarga memiliki satu anak yang saat ini berusia 3 tahun.
Jika orang tua menyisihkan sebagian THR, misalnya Rp3 juta setiap tahun untuk tabungan pendidikan anak, maka dalam 15 tahun jumlah dana yang terkumpul sudah mencapai Rp45 juta—belum termasuk potensi hasil investasi.
Jika dana tersebut ditempatkan dalam instrumen investasi jangka panjang, nilainya bisa berkembang lebih besar sehingga membantu menutup biaya kuliah anak di masa depan.
Simulasi sederhana ini menunjukkan bahwa kebiasaan kecil yang konsisten bisa menghasilkan dampak besar bagi masa depan pendidikan anak.
Mengapa Perencanaan Pendidikan Penting bagi Keluarga
Pendidikan merupakan salah satu investasi terbesar dalam kehidupan keluarga.
Tanpa perencanaan pendidikan anak yang matang, banyak orang tua akhirnya harus:
mengambil utang pendidikan
mengorbankan tabungan pensiun
atau mengurangi kualitas pendidikan anak
Karena itu, memanfaatkan THR sebagai bagian dari strategi keuangan keluarga bisa menjadi langkah awal yang sangat penting.
Penutup: THR Bisa Menjadi Awal Masa Depan Anak
THR sering dianggap sebagai bonus tahunan yang bebas digunakan untuk apa saja.
Namun jika dikelola dengan bijak, dana ini bisa menjadi fondasi awal untuk menyiapkan masa depan anak, terutama dalam menghadapi kenaikan biaya pendidikan yang terus terjadi.
Langkah kecil seperti menyisihkan sebagian THR untuk dana pendidikan anak dapat membantu orang tua menjaga stabilitas keuangan keluarga sekaligus memastikan pendidikan anak tetap berjalan dengan baik.
Momentum THR pun bisa menjadi awal untuk membangun perencanaan pendidikan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Baca Juga: 5 Tips Investasi Emas dari THR agar Uang Lebaran Tidak Habis Percuma
Baca Juga: Waspada! Penipuan Digital Naik 80 Persen Saat Pencairan THR, Kok Bisa?
FAQ
1. Bagaimana cara menggunakan THR secara bijak untuk pendidikan anak?
Cara menggunakan THR secara bijak adalah dengan menyisihkan sebagian dana khusus untuk tabungan pendidikan anak sebelum digunakan untuk kebutuhan Lebaran. Orang tua dapat menentukan persentase tertentu dari THR, misalnya 20–30%, untuk dimasukkan ke dalam tabungan atau investasi pendidikan. Strategi ini membantu membangun perencanaan pendidikan anak secara bertahap tanpa mengganggu kebutuhan keluarga lainnya.
2. Berapa persen THR sebaiknya dialokasikan untuk dana pendidikan anak?
Tidak ada angka yang benar-benar baku, tetapi banyak perencana keuangan menyarankan menyisihkan sekitar 10–30% dari THR untuk tujuan jangka panjang, termasuk dana pendidikan anak. Besarnya alokasi dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga, jumlah anak, serta target biaya pendidikan di masa depan. Yang terpenting adalah konsistensi setiap tahun agar dana pendidikan terus bertambah.
3. Kenapa biaya pendidikan anak perlu direncanakan sejak dini?
Biaya pendidikan, terutama biaya kuliah, cenderung naik setiap tahun dan sering kali lebih cepat dibandingkan kenaikan pendapatan. Jika perencanaan keuangan orang tua tidak dilakukan sejak awal, keluarga berisiko mengalami tekanan finansial ketika anak memasuki jenjang pendidikan tinggi. Dengan memulai lebih dini, orang tua memiliki waktu lebih panjang untuk menabung dan berinvestasi.
4. Apa saja instrumen yang bisa digunakan untuk menabung dana pendidikan anak?
Orang tua dapat memilih beberapa instrumen keuangan seperti tabungan pendidikan, deposito, reksa dana, atau investasi jangka panjang sesuai profil risiko. Pilihan instrumen ini bertujuan membantu dana berkembang seiring waktu sehingga dapat mengimbangi kenaikan biaya pendidikan. Diversifikasi juga bisa menjadi strategi untuk menjaga stabilitas dana pendidikan anak.
5. Apakah THR bisa menjadi awal perencanaan keuangan keluarga?
Ya, THR bisa menjadi momentum yang tepat untuk memulai perencanaan keuangan keluarga. Dana tambahan ini dapat digunakan untuk membangun beberapa fondasi finansial seperti dana darurat, investasi pendidikan anak, serta tabungan jangka panjang. Jika dikelola dengan strategi yang tepat, THR dapat membantu keluarga mencapai tujuan finansial yang lebih besar di masa depan.
6. Apa risiko jika dana pendidikan anak tidak direncanakan?
Tanpa perencanaan yang matang, orang tua mungkin harus menghadapi berbagai risiko seperti berutang untuk biaya sekolah, mengorbankan tabungan lain, atau bahkan menunda pendidikan anak. Karena itu, menyiapkan strategi keuangan keluarga sejak dini sangat penting agar kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas ekonomi rumah tangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









