Defisit APBN per Februari 2026 Tembus Rp135,7 Triliun

AKURAT.CO Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tercatat Rp135,7 triliun hingga akhir Februari 2026 atau setara 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan angka tersebut masih berada dalam koridor desain APBN tahun ini yang menargetkan defisit Rp698,15 triliun atau sekitar 2,68% dari PDB.
“Defisit APBN tercatat sekitar Rp135,7 triliun atau 0,53 persen dari PDB yang masih berada dalam koridor desain APBN 2026,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Maret 2026 di Jakarta.
Baca Juga: Kemenkeu Evaluasi Dampak Lonjakan Harga Minyak Global
Secara keseluruhan, pendapatan negara hingga Februari 2026 mencapai Rp358 triliun atau 11,4% dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun. Angka tersebut meningkat 12,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kontributor utama berasal dari penerimaan perpajakan yang mencapai Rp290 triliun atau 10,8% dari target. Rinciannya, penerimaan pajak tumbuh 30,4% yoy menjadi Rp245,1 triliun, sementara kepabeanan dan cukai tercatat Rp44,9 triliun atau turun 14,7% yoy.
Menurut Purbaya, penurunan pada komponen kepabeanan dan cukai dipengaruhi fluktuasi harga komoditas serta produksi industri. Namun data terbaru menunjukkan kinerja cukai mulai pulih.
“Data terakhir menunjukkan penerimaan cukai sudah tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan,” kata dia.
Baca Juga: Purbaya: APBN Disiapkan Jadi Peredam Lonjakan Harga Minyak Dunia
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp68 triliun atau 14,8% dari target, namun turun 11,4% yoy. Penurunan ini salah satunya disebabkan perubahan mekanisme penerimaan dividen BUMN yang kini dialihkan ke Badan Pengelola Investasi Danantara.
"Defisit yang tetap terkendali menjadi indikator penting bagi investor dan lembaga pemeringkat kredit karena mencerminkan kesehatan fiskal pemerintah. Stabilitas fiskal juga memengaruhi biaya utang negara serta persepsi risiko terhadap aset keuangan domestik," ucap Purbaya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








