Akurat
Pemprov Sumsel

Laba CBDK Melonjak 48 Persen pada 2025, Distrik Bisnis Kian Berkembang

Saeful Anwar | 14 Maret 2026, 15:33 WIB
Laba CBDK Melonjak 48 Persen pada 2025, Distrik Bisnis Kian Berkembang
Ilustrasi laba CBDK.

AKURAT.CO PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025.

Pengembang kawasan distrik bisnis di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, CBDK meraih pendapatan sebesar Rp2,5 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan (year on year).

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,4 triliun.

Pertumbuhan tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas perusahaan. Margin laba kotor tercatat sebesar 66 persen, sedangkan margin laba bersih mencapai 54 persen.

Kinerja positif ini didorong oleh komposisi produk yang semakin optimal serta kemampuan perusahaan dalam memonetisasi portofolio aset dan pengembangan kawasan di distrik bisnis PIK 2.

Produk dengan margin tinggi di kawasan tersebut memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap kinerja perusahaan.

Sepanjang 2025, CBDK juga melakukan serah terima sejumlah proyek kepada konsumen, di antaranya SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK 2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika. Produk-produk tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis di kawasan PIK 2.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan, capaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan kuatnya momentum pengembangan distrik bisnis di kawasan tersebut.

Baca Juga: 8 Aplikasi Investasi Saham Terdaftar OJK, Aman untuk Investor Indonesia

“Sepanjang tahun 2025, CBDK berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp2,5 triliun dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 48 persen secara tahunan menjadi Rp1,4 triliun. Kami juga melihat peningkatan kualitas profitabilitas dengan margin laba kotor mencapai 66 persen dan margin laba bersih sebesar 54 persen,” ujar Steven.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan semakin optimalnya monetisasi aset perusahaan serta meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan CBD PIK 2.

Secara fundamental, CBDK juga memiliki posisi keuangan yang kuat. Hingga akhir 2025, total aset perusahaan tercatat sekitar Rp23 triliun.

Selain itu, perusahaan memiliki cadangan lahan sekitar 702 hektare di kawasan PIK 2 yang menjadi modal penting bagi pengembangan proyek residensial maupun komersial di masa mendatang.

Steven menambahkan, pengembangan berbagai proyek strategis di kawasan tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi PIK 2 sebagai pusat aktivitas bisnis baru di wilayah pesisir utara Jakarta.

“Pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk Nusantara International Convention Exhibition (NICE), diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK 2,” jelasnya.

Ia optimistis dengan semakin berkembangnya aktivitas komersial di kawasan tersebut, PIK 2 akan terus tumbuh sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di pesisir utara Jakarta.

Ke depan, CBDK berencana terus memperkuat pengembangan distrik bisnis di kawasan PIK 2 melalui optimalisasi cadangan lahan serta pengembangan proyek bernilai tambah tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.