Usai Reli ke 7.106, IHSG Rawan Profit Taking Hari Ini

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (25/3/2026), setelah sebelumnya ditutup menguat signifikan di level 7.106 atau naik 1,2% pada Selasa (24/3/2026).
Penguatan tersebut disertai dengan peningkatan volume pembelian, sekaligus menandai tercapainya area resistance terdekat di level 7.115.
Dalam riset terbarunya, MNC Sekuritas menyebutkan bahwa pergerakan IHSG saat ini masih membuka ruang koreksi jangka pendek.
“Kami memperkirakan, terdapat kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan koreksinya ke rentang 6.745–6.887. Adapun area penguatan terdekat berikutnya berada di 7.176–7.238,” tulis MNC Sekuritas dikutip, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: IHSG Terkoreksi 1,6% ke 7.022, Sektor Energi dan Propeti Terparah
Secara teknikal, level support IHSG saat ini berada di kisaran 6.991 dan 6.843, sementara resistance terdekat berada di level 7.156 hingga 7.239. Posisi ini menunjukkan pasar berada dalam fase konsolidasi setelah reli pendek yang mendorong indeks kembali ke atas level psikologis 7.000.
Secara historis, level 7.000 kerap menjadi area krusial bagi IHSG dalam beberapa tahun terakhir, baik sebagai resistance kuat maupun support jangka menengah. Pada 2024–2025, indeks beberapa kali gagal bertahan di atas level tersebut akibat tekanan global, termasuk fluktuasi suku bunga dan arus modal asing.
Oleh karena itu, penguatan terbaru ini dinilai rentan terhadap aksi ambil untung (profit taking), terutama oleh investor jangka pendek.
Dari sisi perdagangan saham, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi teknikal untuk dicermati pelaku pasar. Saham BBYB tercatat menguat 4,35% ke level 288 dengan dukungan volume pembelian. Analis merekomendasikan strategi buy on weakness di rentang 272–286, dengan target harga di 316 hingga 346 dan stoploss di bawah 264.
Sementara itu, saham EXCL mencatat lonjakan signifikan sebesar 15,63% ke level 2.960, sekaligus menembus rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).
“Buy on Weakness: 2.710–2.870, Target Price: 3.080, 3.260, Stoploss: below 2.630,” tulis MNC Sekuritas dalam rekomendasinya.
Adapun saham HRTA mengalami koreksi 3,46% ke level 2.510 akibat tekanan jual, meski masih bertahan di atas MA60. Untuk saham ini, analis memberikan rekomendasi speculative buy di kisaran 2.440–2.500 dengan target harga 2.790 hingga 2.940.
Di sisi lain, saham MBMA menguat 2,19% ke level 700 dengan dukungan volume pembelian dan tetap bergerak di atas MA60. Rekomendasi buy on weakness diberikan di rentang 665–690, dengan target harga 750 hingga 825 dan stoploss di bawah 650.
Potensi koreksi IHSG ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama menjelang periode libur panjang dan momentum musiman seperti Ramadan dan Idulfitri yang biasanya memengaruhi likuiditas pasar.
Selain faktor domestik, pergerakan IHSG juga masih dipengaruhi sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan dinamika harga komoditas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










