Akurat
Pemprov Sumsel

5 Strategi Bertahan di Bear Market Kripto, Investor Wajib Tahu

Andi Syafriadi | 25 Maret 2026, 22:02 WIB
5 Strategi Bertahan di Bear Market Kripto, Investor Wajib Tahu
ilustrasi kripto

AKURAT.CO Fase penurunan harga atau bear market merupakan bagian tak terpisahkan dari siklus pasar kripto. Bagi sebagian investor, kondisi ini kerap memicu kepanikan dan keputusan yang berujung kerugian.

Namun, investor berpengalaman justru melihat bear market sebagai peluang untuk menyusun strategi dan mengakumulasi aset.

Tim Pintu Academy membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan agar tetap bertahan di tengah tekanan pasar.

Apa Itu Bear Market?

Mengutip Pintu Academy, bear market adalah kondisi ketika harga aset mengalami penurunan signifikan dalam periode relatif panjang, bisa berlangsung berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun.

Baca Juga: PINTU Catat Lonjakan Trading Tokenisasi Aset Hingga 45% pada Februari 2026

Fase ini biasanya terjadi setelah harga mencapai titik tertinggi (all time high/ATH) dan mengalami koreksi akibat reli panjang. Tekanan jual kemudian diperkuat oleh faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, hingga ketegangan geopolitik.

Siklus Bear Market Kripto

Secara historis, pasar kripto memiliki siklus sekitar empat tahunan yang berkaitan dengan peristiwa Bitcoin halving, yaitu pengurangan reward penambang sebesar 50% setiap empat tahun.

Dalam siklus tersebut, harga cenderung membentuk ATH baru sekitar dua hingga tiga tahun setelah mencapai titik terendah. Di antaranya, pasar biasanya bergerak datar (sideways) dan dimanfaatkan investor jangka panjang untuk akumulasi.

5 Strategi Bertahan di Bear Market

Berikut strategi yang dapat diterapkan menurut Pintu Academy:

1. Tentukan Aset dan Target Harga dengan Sabar

Saat harga turun tajam, banyak investor pemula cenderung panik dan menjual aset. Sebaliknya, investor berpengalaman justru mulai menyusun daftar aset (watchlist) yang dinilai memiliki fundamental kuat.

Menentukan target harga beli berdasarkan analisis, seperti area support historis, dapat membantu investor mengambil keputusan lebih terencana.

2. Prioritaskan Proteksi Modal

Menjaga modal menjadi kunci utama di tengah bear market. Salah satu strategi yang umum digunakan adalah Dollar-Cost Averaging (DCA), yakni membeli aset secara rutin dengan nominal tetap.

Pendekatan ini dinilai lebih aman dibandingkan membeli sekaligus, karena dapat menekan risiko fluktuasi harga.

Selain itu, investor disarankan:

  • Menggunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam 1–2 tahun ke depan

  • Menyimpan dana darurat 6–9 bulan pengeluaran

  • Melakukan diversifikasi aset

3. Fokus pada Fundamental Aset

Bear market sering menjadi fase seleksi bagi proyek kripto. Aset tanpa fundamental kuat cenderung tidak mampu bertahan.

Sebaliknya, aset dengan likuiditas tinggi, adopsi luas, dan rekam jejak kuat seperti Bitcoin, secara historis lebih mampu pulih dan kembali mencetak ATH.

4. Tingkatkan Skill dan Analisis

Fase penurunan pasar menjadi momentum untuk memperdalam pemahaman, baik analisis teknikal maupun fundamental.

Baca Juga: PINTU Hadirkan Program VIP untuk Investor Kripto di Indonesia

Investor dapat mempelajari indikator pasar, pola pergerakan harga, hingga faktor makroekonomi seperti suku bunga dan inflasi yang memengaruhi pasar kripto.

Dengan pemahaman yang lebih matang, investor diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih rasional saat pasar kembali bullish.

5. Manfaatkan Strategi Short Selling

Di tengah tren penurunan, investor masih berpeluang meraih keuntungan melalui strategi short selling, yaitu membuka posisi jual dengan harapan harga akan turun.

Strategi ini umumnya digunakan saat tren turun telah terkonfirmasi atau ketika terjadi relief rally, yakni kenaikan sementara sebelum harga kembali melemah.

Meski demikian, strategi ini memiliki risiko tinggi karena melibatkan leverage, sehingga perlu dilakukan dengan perhitungan matang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.