Menkeu Soroti Harga Energi di Balik Revisi Outlook Bank Dunia

AKURAT.CO Kenaikan harga minyak dunia menjadi faktor utama di balik pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank.
Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dari 4,8% menjadi 4,7%.
Usut punya usut, penurunan tersebut dipicu oleh tekanan eksternal, terutama lonjakan biaya energi dan meningkatnya kehati-hatian investor global.
Baca Juga: Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik hingga Akhir Tahun 2026, Purbaya: Instruksi Presiden Prabowo
Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menilai asumsi tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi harga minyak.
“Saya yakin World Bank menghitung itu karena dampak harga minyak tinggi. Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan berubah prediksinya,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Seperti yang diketahui, mengacu kepada krisis global sebelumnya, lonjakan harga energi selalu menjadi faktor yang menekan pertumbuhan negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.
Biaya energi yang tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi, memperbesar biaya produksi industri, dan menekan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik hingga Akhir Tahun 2026, Purbaya: Instruksi Presiden Prabowo
Meski demikian, Bank Dunia mencatat Indonesia masih memiliki bantalan ekonomi dari sektor komoditas dan belanja investasi pemerintah.
Bagi masyarakat, harga minyak yang tinggi berpotensi memengaruhi harga transportasi, logistik, dan barang konsumsi.
Sedangkan bagi pasar keuangan, dapat memicu volatilitas saham sektor manufaktur dan meningkatkan perhatian investor terhadap kebijakan subsidi energi dan fiskal pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








