Akurat
Pemprov Sumsel

Kemendag Buka Akses Ekspor ke 7 Pasar Nontradisional

Esha Tri Wahyuni | 10 April 2026, 17:13 WIB
Kemendag Buka Akses Ekspor ke 7 Pasar Nontradisional
Perwakilan InaExport dan HKTDC

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka akses ekspor baru ke tujuh pasar nontradisional melalui kegiatan business networking yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan perwakilan negara mitra dagang di Jakarta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperluas pasar ekspor di tengah dinamika perdagangan global.

“Pertemuan ini menghubungkan eksportir Indonesia dengan tujuh pasar nontradisional untuk memperkuat ekspor. Eksportir kita dapat memaparkan keunggulan produk sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang ke mitra-mitra ekspor nontradisional Indonesia,” ujar Puntodewi di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Kemendag Keluarkan Produk Unggulan Menunjang Ekspor

7 pasar yang dibidik meliputi Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, Oman, dan Hong Kong. Dalam forum tersebut, Kemendag mempertemukan empat eksportir anggota InaExport dengan enam perwakilan kedutaan besar serta Hong Kong Trade Development Council (HKTDC).

Baca Juga: Ekspor Dipercepat, Kemendag Berlakukan Izin Digital Otomatis

4 perusahaan yang terlibat antara lain PT Queen Pacific Sukses Abadi (alas kaki), PT Oneject Indonesia (alat kesehatan), PT Allana Maju Berdaya (kerajinan tangan) dan PT Salaku Cara Enak Makan Salak (produk olahan salak).

“Seluruh produk yang ditampilkan oleh eksportir merupakan produk unggulan yang kami nilai berpotensi besar untuk menembus pasar ekspor di kawasan Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah,” kata Puntodewi.

Data BPS Tunjukan 2025 Sebagai Kontribusi Terbesar

Upaya diversifikasi pasar ekspor menjadi strategi kunci pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai lebih dari USD250 miliar, dengan kontribusi terbesar masih didominasi pasar tradisional seperti China, Amerika Serikat, dan Jepang.

Ketergantungan pada pasar utama tersebut membuat Indonesia rentan terhadap perlambatan ekonomi global dan fluktuasi permintaan. Karena itu, penetrasi ke pasar nontradisional dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekspor nasional.

Langkah ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk meningkatkan rasio ekspor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta memperluas basis pasar ekspor.

Dampak terhadap Publik dan Industri

Bagi pelaku usaha, terutama UMKM dan eksportir skala menengah, pembukaan akses ke pasar baru membuka peluang peningkatan volume ekspor dan diversifikasi risiko pasar.

Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Laos, Vonekham Singkhamvongsa, menyambut positif kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang bisa hadir di sini dan mengetahui lebih banyak tentang produk-produk Indonesia. Kegiatan ini sangat baik, tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, tetapi juga bagi kami selaku perwakilan kedutaan untuk lebih mengenal produk-produk Indonesia,” ujarnya.

Pelaku usaha juga melihat manfaat langsung dari forum ini. Pemilik PT Allana Maju Berdaya, Titin Dwi Isnaini, menyebut kegiatan ini membuka peluang kerja sama jangka panjang. “Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering dan mengundang lebih banyak perwakilan kedutaan,” kata Titin.

Direktur Utama PT Queen Pacific Sukses Abadi, Surianti, menambahkan bahwa peluang ekspor ke negara dengan permintaan tinggi menjadi kunci ekspansi bisnis.

“Kami berharap dapat difasilitasi ekspor ke negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap produk kami dan Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari sisi tarif dibandingkan negara pesaing,” ujarnya.

Sementara itu, dari sektor alat kesehatan, PT Oneject Indonesia menilai perlunya dukungan teknis lanjutan. “Khusus untuk produk alat kesehatan, akan sangat membantu apabila hadir pula tim regulator dari negara tujuan ekspor sehingga diskusi dapat lebih teknis dan terarah,” ujar perwakilan perusahaan.

Kemendag menegaskan kegiatan business networking akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan kinerja ekspor nasional. Dengan membuka akses ke pasar nontradisional, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor yang lebih inklusif dan tahan terhadap gejolak global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.