Harga Perak Antam Hari Ini 21 April 2026 Naik Rp550, Tembus Rp51.050 per Gram

AKURAT.CO Harga perak Antam hari ini menunjukkan pergerakan yang positif, melonjak sebesar Rp 550 per gram dari hari sebelumnya.
Kenaikan ini membawa harga perak Antam ke level Rp 51.050 per gram, menandakan sentimen positif di pasar logam mulia secara keseluruhan.
Pergerakan harga ini penting bagi investor dan kolektor yang memantau pasar komoditas.
Analisis Harga Perak Antam pada 21 April 2026
Harga perak Antam pada 21 April 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 550, mencapai Rp 51.050 per gram.
Kenaikan ini mengembalikan sebagian dari penurunan yang terjadi pada awal pekan. Sebelumnya, pada Senin (20/4/2026), harga perak Antam tercatat Rp 50.500 per gram, setelah turun Rp 900 dari harga sebelumnya Rp 51.400 per gram.
Harga perak murni yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada hari ini, Selasa, 21 April 2026, naik sedikit sampai level Rp51.050.
Rincian Harga Perak Murni dan Perak Heritage Antam
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menawarkan beragam produk perak untuk kebutuhan investasi dan industri. Untuk tujuan investasi, Antam menyediakan perak batangan dengan berbagai ukuran.
Perak Batangan 250 gram, dengan akurasi tinggi, dibanderol seharga Rp 13.287.500 sebelum termasuk PPN 11%. Setelah ditambah PPN 11%, harganya menjadi sekitar Rp 14.707.500.
Untuk perak batangan 500 gram, harganya adalah Rp 25.650.000 sebelum termasuk PPN 11%. Dengan PPN 11%, harga jualnya mencapai sekitar Rp 28.527.000.
Selain itu, Antam juga memiliki produk Perak Antam Heritage, seperti perak 31,1 gram yang harganya sekitar Rp 2.146.351 (belum PPN) dan Rp 2.382.450 (termasuk PPN 11%).
Varian berat 186,6 gram untuk Perak Heritage memiliki harga dasar Rp 11.691.226 atau Rp 12.977.261 setelah PPN 11%. Produk-produk ini tersedia di situs resmi Logam Mulia.
Pihak Antam belum menyediakan varian perak murni dengan bobot kecil seperti 1 gram, 5 gram, atau 10 gram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









