Akurat Logo

Gagal Bertahan di 7.000, IHSG Tertekan Aturan Diskon Aplikator

Esha Tri Wahyuni | 5 Mei 2026, 07:30 WIB
Gagal Bertahan di 7.000, IHSG Tertekan Aturan Diskon Aplikator
ilustrasi IHSG

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,22% ke level 6.971 pada perdagangan Senin (4/5/2026), namun sinyal pelemahan mulai muncul setelah indeks gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis 7.000.

Pada pembukaan, IHSG sempat menyentuh level 7.069, tetapi tekanan jual di sesi II membuat penguatan tergerus dan pergerakan berbalik fluktuatif hingga penutupan.

Phintraco Sekuritas mencatat pelemahan IHSG dipicu oleh koreksi saham sektor teknologi, khususnya emiten berbasis platform digital. Tekanan ini muncul setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan atau diskon aplikator maksimal 8%.

Baca Juga: IHSG Melemah Jelang 'Data Week', Pasar Tunggu Arah Baru

Kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap model bisnis perusahaan teknologi, terutama yang mengandalkan strategi bakar uang untuk menjaga pertumbuhan pengguna.

“Pembatasan diskon berpotensi menekan pendapatan dan marjin, sehingga memicu kekhawatiran investor terhadap prospek fundamental emiten teknologi,” tulis Phintraco dalam riset hariannya.

Data perdagangan menunjukkan sektor kesehatan mengalami koreksi terdalam sebesar 1,63%, disusul sektor teknologi yang turun 1,56%.

Sebaliknya, sektor barang konsumen primer mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,53%, mencerminkan pergeseran minat investor ke saham defensif di tengah ketidakpastian.

Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada perdagangan Selasa (5/5/2026) masih berada dalam tekanan dan berpotensi melanjutkan koreksi. Dalam risetnya, MNC menyebut indeks rawan bergerak ke rentang support 6.645 hingga 6.838.

“IHSG masih akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645–6.838,” tulis MNC Sekuritas dalam laporan tertanggal Senin (4/5/2026).

Baca Juga: IHSG, Obligasi dan Rupiah Kompak Memerah Jelang Libur Panjang May Day

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di 6.838 dan 6.745, sementara resistance berada di kisaran 7.022 hingga 7.240. Level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi jangka pendek, terutama di tengah meningkatnya volatilitas.

Konteks kebijakan pembatasan diskon ini menjadi salah satu intervensi pemerintah terbaru dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, regulator berupaya menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan keberlanjutan bisnis, menyusul kekhawatiran atas praktik subsidi besar-besaran yang dinilai tidak sehat dalam jangka panjang.

Sebelumnya, kebijakan serupa juga pernah diterapkan secara terbatas pada sektor transportasi online untuk menjaga persaingan usaha.

Dari sisi pasar, tekanan terhadap saham teknologi berpotensi memberikan efek rambatan (spillover) ke indeks secara keseluruhan, mengingat kapitalisasi sektor ini yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Koreksi saham teknologi juga mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perubahan regulasi, terutama yang berdampak langsung pada proyeksi pendapatan.

Di sisi lain, penguatan sektor barang konsumsi primer menunjukkan investor mulai melakukan rotasi aset ke sektor yang lebih stabil dan tahan terhadap gejolak kebijakan. Pola ini umum terjadi saat pasar menghadapi ketidakpastian, baik dari faktor domestik maupun global.

Untuk perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar, yakni BUVA, SMGA, SRTG, PTBA, dan XMSK. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi teknikal di tengah kondisi pasar yang cenderung melemah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.