Gagal Bertahan di 7.000, IHSG Tertekan Aturan Diskon Aplikator

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,22% ke level 6.971 pada perdagangan Senin (4/5/2026), namun sinyal pelemahan mulai muncul setelah indeks gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis 7.000.
Pada pembukaan, IHSG sempat menyentuh level 7.069, tetapi tekanan jual di sesi II membuat penguatan tergerus dan pergerakan berbalik fluktuatif hingga penutupan.
Phintraco Sekuritas mencatat pelemahan IHSG dipicu oleh koreksi saham sektor teknologi, khususnya emiten berbasis platform digital. Tekanan ini muncul setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan atau diskon aplikator maksimal 8%.
Baca Juga: IHSG Melemah Jelang 'Data Week', Pasar Tunggu Arah Baru
Kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap model bisnis perusahaan teknologi, terutama yang mengandalkan strategi bakar uang untuk menjaga pertumbuhan pengguna.
“Pembatasan diskon berpotensi menekan pendapatan dan marjin, sehingga memicu kekhawatiran investor terhadap prospek fundamental emiten teknologi,” tulis Phintraco dalam riset hariannya.
Data perdagangan menunjukkan sektor kesehatan mengalami koreksi terdalam sebesar 1,63%, disusul sektor teknologi yang turun 1,56%.
Sebaliknya, sektor barang konsumen primer mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,53%, mencerminkan pergeseran minat investor ke saham defensif di tengah ketidakpastian.
Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada perdagangan Selasa (5/5/2026) masih berada dalam tekanan dan berpotensi melanjutkan koreksi. Dalam risetnya, MNC menyebut indeks rawan bergerak ke rentang support 6.645 hingga 6.838.
“IHSG masih akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645–6.838,” tulis MNC Sekuritas dalam laporan tertanggal Senin (4/5/2026).
Baca Juga: IHSG, Obligasi dan Rupiah Kompak Memerah Jelang Libur Panjang May Day
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di 6.838 dan 6.745, sementara resistance berada di kisaran 7.022 hingga 7.240. Level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi jangka pendek, terutama di tengah meningkatnya volatilitas.
Konteks kebijakan pembatasan diskon ini menjadi salah satu intervensi pemerintah terbaru dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, regulator berupaya menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan keberlanjutan bisnis, menyusul kekhawatiran atas praktik subsidi besar-besaran yang dinilai tidak sehat dalam jangka panjang.
Sebelumnya, kebijakan serupa juga pernah diterapkan secara terbatas pada sektor transportasi online untuk menjaga persaingan usaha.
Dari sisi pasar, tekanan terhadap saham teknologi berpotensi memberikan efek rambatan (spillover) ke indeks secara keseluruhan, mengingat kapitalisasi sektor ini yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Koreksi saham teknologi juga mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perubahan regulasi, terutama yang berdampak langsung pada proyeksi pendapatan.
Di sisi lain, penguatan sektor barang konsumsi primer menunjukkan investor mulai melakukan rotasi aset ke sektor yang lebih stabil dan tahan terhadap gejolak kebijakan. Pola ini umum terjadi saat pasar menghadapi ketidakpastian, baik dari faktor domestik maupun global.
Untuk perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar, yakni BUVA, SMGA, SRTG, PTBA, dan XMSK. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi teknikal di tengah kondisi pasar yang cenderung melemah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








