Akurat Logo

Pendapatan Rp1,1 Triliun, Laba PANI Melejit 10 Kali Lipat di Kuartal I 2026

Saeful Anwar | 6 Mei 2026, 15:10 WIB
Pendapatan Rp1,1 Triliun, Laba PANI Melejit 10 Kali Lipat di Kuartal I 2026
Ilustrasi landmark PIK2.

AKURAT.CO PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun atau tumbuh 82 persen secara tahunan.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp578 miliar, melonjak lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini mencerminkan peningkatan kualitas pendapatan serta efektivitas strategi monetisasi kawasan yang semakin terarah.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh penyerahan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang menjadi kontributor utama pendapatan.

Permintaan terhadap produk ini datang dari investor strategis dan pelaku usaha dengan profil kuat.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menyatakan capaian awal tahun ini menunjukkan arah pengembangan kawasan yang semakin solid.

“Kinerja keuangan PANI menunjukkan peningkatan berkelanjutan. Sejak backdoor listing lima tahun lalu, roadmap yang dirancang mulai terealisasi secara bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan, strategi asset injection yang dilakukan dalam empat tahun terakhir mulai tercermin dalam kinerja keuangan perseroan saat ini.

Baca Juga: Ajukan Resolusi PBB Tekan Iran, Menlu AS Rubio Sebut ‘Ujian Nyata’ Dunia Atasi Krisis Selat Hormuz

Selain kaveling komersial, pendapatan juga ditopang oleh penyerahan produk residensial seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, dan Pasir Putih Residences.

Kontribusi turut datang dari produk komersial, antara lain SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Marina Bay, yang memperkuat ekosistem kawasan terintegrasi.

Dari sisi profitabilitas, PANI mencatat ekspansi margin signifikan di seluruh lini, didorong dominasi penjualan kaveling komersial yang memiliki margin tinggi.

Secara fundamental, perseroan ditopang basis aset sekitar Rp50 triliun serta cadangan lahan seluas 1.825 hektare.

Hal ini memberikan fleksibilitas keuangan sekaligus visibilitas pengembangan jangka panjang.

Sugianto optimistis kawasan PIK2 akan terus berkembang sebagai kota pesisir modern yang terintegrasi.

“Dengan dukungan land bank yang luas, konektivitas yang semakin terbuka melalui Tol KATARAJA, serta aktivitas NICE yang terus berkembang, kami optimistis PIK2 akan terus bertumbuh dan memiliki daya saing tinggi,” katanya.

PANI menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kawasan PIK2 secara berkelanjutan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Baca Juga: Pengadilan Tinggi Jakarta Terima Pengajuan Banding MNC Group Atas Putusan Janggal Gugatan CMNP

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.