Akurat Logo

Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif, BRI Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan

Idham Nur Indrajaya | 11 Mei 2026, 16:51 WIB
Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif, BRI Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan
BRI memperkuat pertumbuhan berkelanjutan melalui pembiayaan hijau dan inklusif. Hingga Maret 2026, Social Loan BRI mencapai Rp718,8 triliun dan Green Loan Rp96,6 triliun. dok. BRI

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif, pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial.

Selaras dengan komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya melalui penyaluran kredit berorientasi pada keberlanjutan (sustainability), yang mencakup pembiayaan UMKM serta dukungan terhadap sektor ramah lingkungan di berbagai wilayah.

ESG Jadi Pilar Strategi Pertumbuhan BRI

Dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Jakarta, 30 April 2026, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K. mengungkapkan bahwa prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) merupakan identitas yang telah terintegrasi dalam model bisnis perseroan.

Aspek keberlanjutan menjadi pilar utama penciptaan nilai jangka panjang, di mana pemberdayaan ekonomi rakyat dan pelestarian lingkungan telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan BRI.

Baca Juga: Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 34,2 Juta Pelaku Usaha, Bukti Keberpihakan BRI Terhadap Ekonomi Kerakyatan yang Terstruktur

Baca Juga: Makin Hemat Pesan Makan hingga Kirim Barang Pakai Aplikasi Grab, BRI Tawarkan Potongan Harga Spesial bagi Pengguna BRI Kartu Kredit Mastercard!

Penyaluran Social Loan dan Green Loan Terus Meningkat

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) atau Social Loan senilai Rp718,8 triliun, yang setara dengan 53% dari total pinjaman BRI. Portofolio ini difokuskan pada pembiayaan UMKM guna mengakselerasi inklusi keuangan dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, porsi Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) atau Green Loan tercatat sebesar Rp96,6 triliun atau setara 7,1% dari total pinjaman, yang disalurkan ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, serta berbagai sektor ramah lingkungan lainnya dalam rangka mendukung tercapainya ekonomi rendah karbon.

Sustainable Wholesale Funding Capai Rp39,3 Triliun

Optimalisasi pada sisi aset diimbangi dengan penguatan struktur liabilitas melalui pengembangan Sustainable Wholesale Funding yang hingga akhir Triwulan I 2026 mencapai Rp39,3 triliun, atau setara dengan 78,2% dari total Wholesale Funding BRI.

“Secara keseluruhan, pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan di BRI tidak lagi sekadar memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah terintegrasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan,” ujar Viviana.


Baca Juga: Olahan Salak Naik Kelas, BRI Bawa SALAKU Tembus Pasar Global di Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura

Baca Juga: Sate Barokah Mayestik, dari Gerobak Pinggir Jalan hingga Sewa Ruko Berkat KUR BRI

FAQ

Apa itu Green Loan yang disalurkan BRI?

Green Loan adalah pembiayaan yang diberikan BRI kepada sektor-sektor ramah lingkungan seperti energi terbarukan, transportasi hijau, dan bangunan hijau untuk mendukung ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan.

Berapa nilai Social Loan BRI hingga Maret 2026?

Hingga akhir Maret 2026, nilai Social Loan atau Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) yang disalurkan BRI mencapai Rp718,8 triliun atau sekitar 53% dari total pinjaman perseroan.

Apa fokus utama pembiayaan berkelanjutan BRI?

Fokus utama pembiayaan berkelanjutan BRI adalah mendukung UMKM, memperluas inklusi keuangan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat pembiayaan sektor-sektor yang mendukung pelestarian lingkungan.

Apa yang dimaksud prinsip ESG di BRI?

Prinsip ESG di BRI mencakup Environmental, Social, and Governance yang diterapkan dalam strategi bisnis perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai jangka panjang.

Mengapa pembiayaan hijau penting bagi ekonomi Indonesia?

Pembiayaan hijau penting karena membantu mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon, mendukung penggunaan energi terbarukan, mengurangi dampak lingkungan, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Berapa nilai Green Loan BRI pada Triwulan I 2026?

Pada Triwulan I 2026, Green Loan BRI tercatat mencapai Rp96,6 triliun atau sekitar 7,1% dari total pinjaman BRI yang disalurkan ke berbagai sektor ramah lingkungan.

Apa itu Sustainable Wholesale Funding BRI?

Sustainable Wholesale Funding merupakan pendanaan berkelanjutan yang dikembangkan BRI untuk memperkuat struktur liabilitas perusahaan dan mendukung pembiayaan berbasis sustainability. Hingga Triwulan I 2026 nilainya mencapai Rp39,3 triliun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.