Akurat Logo

Menkeu Pastikan APBN Masih Aman Meski Rupiah di Rp17.500

Andi Syafriadi | 13 Mei 2026, 09:10 WIB
Menkeu Pastikan APBN Masih Aman Meski Rupiah di Rp17.500
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Pemerintah memastikan stabilitas fiskal dan pasar keuangan tetap terjaga di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di atas asumsi APBN 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih mengandalkan sumber pendanaan internal untuk menjaga stabilitas pasar obligasi domestik.

Sumber dana tersebut berasal dari kas pemerintah dan Saldo Anggaran Lebih (SAL), tanpa mengaktifkan penuh skema bond stabilization fund (BSF) yang melibatkan special mission vehicle (SMV).

“Perhitungan APBN masih relatif aman karena simulasi fiskal menggunakan asumsi kurs yang lebih tinggi,” ujar Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Benahi Iklim Investasi Lewat Pendekatan Bottom Up Bukan Top Down

Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan eksternal yang memicu pelemahan rupiah dan kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN).

Berdasarkan data perdagangan Selasa (12/5), rupiah ditutup melemah ke level Rp17.529 per dolar AS, turun 115 poin dibanding penutupan sebelumnya.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan intervensi di pasar obligasi untuk menahan kenaikan yield SBN yang dinilai berpotensi memicu arus modal keluar.

Dalam konferensi pers KSSK sebelumnya, pemerintah menegaskan stabilisasi pasar surat utang menjadi bagian penting dalam menjaga sistem keuangan nasional tetap stabil.

Baca Juga: Rupiah Kian Tertekan, Purbaya: Itu Kewenangan Bank Sentral

Kebijakan tersebut ditempuh untuk meminimalkan gejolak di pasar domestik sekaligus menjaga daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.