Akurat Logo

Ciptakan Nilai Tambah bagi Shareholder, BRI Catatkan Profitabilitas Solid dengan ROE dan ROA yang Meningkat per Triwulan I 2026

Idham Nur Indrajaya | 13 Mei 2026, 18:43 WIB
Ciptakan Nilai Tambah bagi Shareholder, BRI Catatkan Profitabilitas Solid dengan ROE dan ROA yang Meningkat per Triwulan I 2026
BRI mencatatkan peningkatan profitabilitas pada Triwulan I 2026 dengan ROE naik menjadi 18,4 persen dan ROA mencapai 2,8 persen. Pertumbuhan kredit, laba bersih, dan transformasi BRIvolution Reignite menjadi penopang utama kinerja perseroan. dok. BRI

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mencatatkan peningkatan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai risiko geopolitik. Kinerja tersebut sejalan dengan implementasi transformasi BRIvolution Reignite yang telah berjalan dalam satu tahun terakhir.

Dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis, 30 April 2026, Direktur Utama Hery Gunardi menyampaikan bahwa kombinasi dari perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya mendorong peningkatan profitabilitas perseroan. Return on Assets (ROA) tercatat meningkat menjadi 2,8 persen, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4 persen pada Triwulan I 2026.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien. Di satu sisi, pertumbuhan kredit yang tetap kuat memberikan dorongan terhadap pendapatan bunga. Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” jelas Hery.

Total Aset dan Penyaluran Kredit BRI Tumbuh Solid

Tercatat hingga Triwulan I 2026, total aset BRI mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara year-on-year (YoY). Di sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan yang solid, meningkat 13,7 persen YoY menjadi Rp1.562 triliun.

Didukung oleh fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, pertumbuhan kredit yang selektif, efisiensi biaya dana, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen YoY.

Hery menuturkan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh fundamental yang kuat serta konsistensi strategi dalam mendorong pertumbuhan yang sehat dengan tetap menjaga kualitas aset. BRI pun optimistis momentum ini akan terus berlanjut, seiring fokus perseroan pada penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif, BRI Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan

Baca Juga: Olahan Salak Naik Kelas, BRI Bawa SALAKU Tembus Pasar Global di Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura

Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Profitabilitas

Transformasi BRIvolution Reignite menjadi salah satu faktor utama yang menopang peningkatan profitabilitas perseroan. Strategi transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat efisiensi operasional dan kualitas pembiayaan.

Peningkatan CASA atau current account saving account turut memberikan dampak positif terhadap efisiensi cost of fund, sehingga mendukung kemampuan BRI dalam menjaga margin keuntungan di tengah tantangan ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan.

Selain itu, penguatan digitalisasi layanan dan penerapan manajemen risiko yang disiplin menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas kinerja keuangan perusahaan.

Baca Juga: Tampil di FHA 2026, Dukungan BRI Bantu UMKM Asal Papua 'Japamo' Tarik Minat Buyer Internasional

Baca Juga: Sate Barokah Mayestik, dari Gerobak Pinggir Jalan hingga Sewa Ruko Berkat KUR BRI

Fokus Perkuat Ekosistem UMKM Secara End-to-End

Ke depan, BRI akan terus mempertegas perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan. BRI akan memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital.

Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak yang nyata. Oleh karena itu, setiap langkah transformasi BRIvolution Reignite yang tengah kami lakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutur Hery.

FAQ

Apa yang membuat profitabilitas BRI meningkat pada Triwulan I 2026?

Peningkatan profitabilitas BRI pada Triwulan I 2026 didorong oleh kombinasi pertumbuhan kredit yang solid, efisiensi biaya dana, peningkatan CASA, serta kualitas aset yang semakin baik. Strategi transformasi BRIvolution Reignite juga berperan penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Berapa laba bersih BRI pada Triwulan I 2026?

BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun pada Triwulan I 2026. Angka tersebut tumbuh 13,7 persen secara year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Apa itu ROE dan ROA dalam kinerja keuangan BRI?

ROE atau Return on Equity adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham, sedangkan ROA atau Return on Assets menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki. Pada Triwulan I 2026, ROE BRI naik menjadi 18,4 persen dan ROA mencapai 2,8 persen.

Mengapa peningkatan CASA penting bagi BRI?

Peningkatan CASA penting karena dapat menekan cost of fund atau biaya dana perusahaan. Dengan biaya dana yang lebih rendah, BRI dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga profitabilitas tetap kuat di tengah persaingan industri perbankan.

Bagaimana strategi BRI dalam mendukung UMKM?

BRI fokus memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, integrasi pasar, dan dukungan ekosistem digital. Strategi ini bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Apa tujuan transformasi BRIvolution Reignite?

Transformasi BRIvolution Reignite bertujuan meningkatkan efisiensi bisnis, memperkuat digitalisasi layanan, menjaga kualitas aset, serta menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan masyarakat luas melalui pertumbuhan bisnis yang sehat.

Berapa total aset dan penyaluran kredit BRI pada 2026?

Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI tercatat mencapai Rp2.250 triliun dengan pertumbuhan 7,2 persen YoY sementara penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7 persen YoY menjadi Rp1.562 triliun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.