Usung Tata Kelola Kuat, AFTECH Siap Cetak Tech Champions Baru di Sektor Fintech Indonesia

AKURAT.CO, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sukses menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) 2026 di Soehana Hall, kawasan SCBD, Jakarta.
Forum tertinggi organisasi ini tidak hanya menjadi ajang pelaporan kinerja, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menegaskan arah masa depan industri finansial teknologi (fintech) Tanah Air.
Mengusung tema besar “Menguatkan Tata Kelola, Menjaga Kepercayaan, dan Menata Arah Kebijakan Masa Depan Industri Fintech Indonesia," AFTECH berkomitmen melahirkan inovator-inovator digital tangguh (tech champions) lewat fondasi tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Peringati Hari Palang Merah Internasional, Cermati Fintech Group Gelar Aksi Donor Darah
Sinergi Kuat untuk Industri Fintech yang Sustainable
Acara yang dihadiri oleh 144 perusahaan anggota ini berjalan lancar dengan menyetujui dua agenda utama: pengesahan laporan pertanggungjawaban serta laporan keuangan tahun 2025, ditambah persetujuan rencana program kerja dan anggaran untuk tahun 2026.
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, memberikan pandangan optimistis mengenai ekosistem fintech Indonesia yang kini mulai menunjukkan kematangan.
Banyak perusahaan digital besar di Indonesia yang kini sukses mencetak profitabilitas setelah bertahun-tahun membangun pasar. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa model bisnis fintech nasional sudah teruji dan berkelanjutan dalam skala besar.
Namun, Pandu juga mengingatkan adanya tantangan fragmentasi yang harus segera diselesaikan lewat kolaborasi erat seluruh pihak.
“Setelah lebih dari satu dekade perjalanan, AFTECH juga mengakui tantangan struktural yang masih harus diselesaikan bersama: ekosistem keuangan digital Indonesia yang masih terlalu terfragmentasi, bergerak masing-masing, sementara tantangan yang dihadapi justru semakin besar dan kompleks. Kalau kita ingin industri ini naik kelas, maka seluruh pemangku kepentingan,termasuk pelaku usaha harus step up. Integrate. Collaborate. Move faster. Kita membangun industri yang tidak hanya tumbuh cepat, tetapi tumbuh dengan cara yang dipercaya dan memberi dampak nyata bagi sektor riil Indonesia,” ungkap Pandu dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Kehadiran para petinggi regulator dalam RUA kali ini mempertegas posisi AFTECH sebagai mitra strategis pemerintah yang kian dipercaya.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memaparkan data impresif pertumbuhan ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) yang dinaungi AFTECH.
Saat ini tercatat ada 208 perusahaan anggota, 17,17 juta pengguna Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK), hingga Rp 2,11 triliun transaksi yang berhasil difasilitasi.
Friderica berharap AFTECH bisa menjadi wadah kokoh yang mampu membentuk standar emas bagi para pelaku industri digital, sekaligus menitipkan tiga pesan penting untuk keberlanjutan sektor ini.
“Pertumbuhan tersebut baru memiliki makna jika dibangun di atas fondasi yang benar. Saya menitipkan tiga arahan untuk memperkuat kontribusi AFTECH dan industri ITSK bagi Indonesia. Pertama, memperkuat inklusi, tetapi inklusi yang bertanggung jawab. Kedua, bangun kepercayaan dengan mengutamakan integritas dan tata kelola. Ketiga, seimbangkan inovasi dan regulasi. Regulasi kami tidak memadamkan inovasi yang dilakukan, tetapi justru menyeimbangkan inovasi, faktor bisnis dan pelindungan terhadap konsumen,” ungkap dia.
Baca Juga: AFPI Copot Keanggotaan Usai Kasus 'Prank Damkar', Industri Fintech Diperketat
Dorong Target Indonesia Emas dan Kepercayaan Publik
Apresiasi senada juga datang dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Menurutnya, inovasi fintech sangat krusial dalam mempercepat digitalisasi ekonomi, memperluas akses pembiayaan, hingga membantu mewujudkan visi besar Indonesia Emas di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita perlu mendorong fintech untuk membantu mewujudkan Indonesia Emas, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kalau kami tidak percaya fintech, tidak percaya AFTECH, kita tidak bisa tumbuh lebih cepat, kita tidak bisa tumbuh lebih tinggi, kita tidak bisa tumbuh lebih merata,” ujar Rachmat.
Di sisi lain, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengingatkan bahwa modal terbesar dalam industri keuangan digital adalah kepercayaan publik. Dia meminta AFTECH berada di garda terdepan dalam menjaga transparansi, menegakkan kode etik, serta melindungi konsumen agar pertumbuhan ekonomi berjalan aman.
"Saya ingin mengajak kita untuk membuat lari fintech Indonesia tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berdampak. Industri fintech harus mampu menjaga kepercayaan publik di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang terus menguat," pesan Juda.
Selain dihadiri tokoh penting seperti Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ryan Rizaldy, RUA 2026 ini juga diwarnai dengan langkah strategis internasional.
AFTECH resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Hong Kong Web3.0 Standardization Association.
Kolaborasi global ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekosistem keuangan digital berbasis teknologi masa depan dan Web3 di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








