Akurat Logo

Purbaya: Sawit dan E-Commerce Jadi Mesin Pertumbuhan Pajak Negara

Andi Syafriadi | 19 Mei 2026, 21:56 WIB
Purbaya: Sawit dan E-Commerce Jadi Mesin Pertumbuhan Pajak Negara
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Kinerja sejumlah sektor utama ekonomi menjadi penopang pertumbuhan penerimaan pajak negara pada awal 2026.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak mencapai Rp646,3 triliun hingga 30 April 2026 atau tumbuh 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut sektor perdagangan dan industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap penerimaan negara.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Naik 16,1 Persen, Konsumsi Masyarakat Masih Kuat

Sektor perdagangan mencatat penerimaan neto Rp161 triliun dengan kontribusi 24,9% terhadap total penerimaan pajak.

Kinerja sektor tersebut ditopang oleh perdagangan besar bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatnya transaksi perdagangan daring atau e-commerce.

Sementara itu, sektor industri pengolahan menyumbang Rp145,3 triliun atau sekitar 22,5% dari total penerimaan pajak.

Kementerian Keuangan menyebut subsektor industri minyak kelapa sawit menjadi salah satu penopang utama karena peningkatan profitabilitas perusahaan.

Baca Juga: PT Timah Setor Pajak dan PNBP Rp1,62 Triliun di 2025

Di sisi lain, sektor pertambangan menyumbang penerimaan neto Rp56,7 triliun dengan kontribusi 8,8%, terutama berasal dari subsektor migas.

Adapun sektor konstruksi dan real estat mencatat penerimaan Rp24,2 triliun atau berkontribusi sekitar 3,7%.

Pemerintah menilai pertumbuhan penerimaan sektoral tersebut mencerminkan aktivitas usaha di sejumlah sektor strategis masih berjalan positif di tengah tekanan ekonomi global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.