Purbaya: Sawit dan E-Commerce Jadi Mesin Pertumbuhan Pajak Negara

AKURAT.CO Kinerja sejumlah sektor utama ekonomi menjadi penopang pertumbuhan penerimaan pajak negara pada awal 2026.
Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak mencapai Rp646,3 triliun hingga 30 April 2026 atau tumbuh 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut sektor perdagangan dan industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap penerimaan negara.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Naik 16,1 Persen, Konsumsi Masyarakat Masih Kuat
Sektor perdagangan mencatat penerimaan neto Rp161 triliun dengan kontribusi 24,9% terhadap total penerimaan pajak.
Kinerja sektor tersebut ditopang oleh perdagangan besar bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatnya transaksi perdagangan daring atau e-commerce.
Sementara itu, sektor industri pengolahan menyumbang Rp145,3 triliun atau sekitar 22,5% dari total penerimaan pajak.
Kementerian Keuangan menyebut subsektor industri minyak kelapa sawit menjadi salah satu penopang utama karena peningkatan profitabilitas perusahaan.
Baca Juga: PT Timah Setor Pajak dan PNBP Rp1,62 Triliun di 2025
Di sisi lain, sektor pertambangan menyumbang penerimaan neto Rp56,7 triliun dengan kontribusi 8,8%, terutama berasal dari subsektor migas.
Adapun sektor konstruksi dan real estat mencatat penerimaan Rp24,2 triliun atau berkontribusi sekitar 3,7%.
Pemerintah menilai pertumbuhan penerimaan sektoral tersebut mencerminkan aktivitas usaha di sejumlah sektor strategis masih berjalan positif di tengah tekanan ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









