Akurat Logo

Purbaya: Konsumsi dan Investasi Topang Ekonomi RI Tumbuh Hingga 5,61 persen

Andi Syafriadi | 22 Mei 2026, 19:43 WIB
Purbaya: Konsumsi dan Investasi Topang Ekonomi RI Tumbuh Hingga 5,61 persen
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Kementerian Keuangan menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional tetap kuat di tengah tingginya ketidakpastian global.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartaI 2026 yang mencapai 5,61%.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam gelaran Jogja Financial Festival (JFF) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Baca Juga: Kemenkeu-Kementerian ESDM Kompak Kebut Swasembada Listrik Desa

Menurut Purbaya pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta akselerasi belanja pemerintah.

“Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta,” ujar Menteri Keuangan.

Pemerintah menilai kombinasi belanja negara dan aktivitas sektor swasta mulai memberikan dorongan yang lebih kuat terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

Selain itu, konsumsi masyarakat tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional di tengah tekanan global yang dipicu ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar keuangan dunia.

Dalam forum tersebut, Menteri Keuangan juga menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dikelola secara hati-hati untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus kesehatan fiskal.

Baca Juga: Kemenkeu Jelaskan Penyebab PMI Manufaktur RI Kontraksi di April 2026 dan Langkah Antisipasi ke Depan

Hingga April 2026, defisit APBN tercatat sebesar 0,64% terhadap produk domestik bruto (PDB), masih berada dalam level yang dinilai terkendali.

“Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain,” kata Purbaya.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mempercepat investasi.

Kegiatan JFF 2026 sendiri merupakan kolaborasi antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.