Akurat Logo

PRULady by Prudential Meluncur, Proteksi Kanker Payudara dengan Total Manfaat hingga 140 Persen

Esha Tri Wahyuni | 22 Mei 2026, 23:02 WIB
PRULady by Prudential Meluncur, Proteksi Kanker Payudara dengan Total Manfaat hingga 140 Persen
PRULady by Prudential merupakan proteksi kanker payudara dengan total manfaat hingga 140%

AKURAT.CO PT Prudential Life Assurance meluncurkan produk asuransi jiwa khusus perempuan bernama PRULady di tengah meningkatnya kasus kanker payudara di Indonesia.

Produk ini menawarkan perlindungan kanker payudara dengan total manfaat hingga 140% dari uang pertanggungan, sekaligus mendorong deteksi dini penyakit yang masih menjadi penyebab kasus kanker tertinggi pada perempuan Indonesia.

Vice President Director, Vikas Sinha mengatakan, peluncuran PRULady menjadi respons perusahaan terhadap tingginya kekhawatiran perempuan atas risiko kesehatan, khususnya kanker payudara yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Prudential Luncurkan PRULady, Asuransi Khusus Kanker Payudara untuk Perempuan Indonesia

“PRULady merupakan inovasi yang lahir dari kebutuhan dan kekhawatiran masyarakat khususnya para perempuan di Indonesia terhadap kondisi kesehatannya,” ujar Vikas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan data GLOBOCAN 2022 yang dipaparkan Prudential Indonesia, kanker payudara mencatat sekitar 66.000 kasus baru atau lebih dari 30% dari total kasus kanker pada perempuan di Indonesia.

Angka tersebut menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker dengan kasus tertinggi pada perempuan nasional.

Peluncuran produk ini juga memperlihatkan perubahan strategi industri asuransi jiwa yang mulai mengarah pada proteksi penyakit spesifik berbasis risiko kesehatan masyarakat.

Di tengah inflasi medis yang masih tinggi, perusahaan asuransi mulai menawarkan produk dengan pendekatan preventif dan deteksi dini guna menekan biaya kesehatan jangka panjang.

Vikas menjelaskan, PRULady memberikan manfaat kondisi kritis tahap awal sebesar 25% dari uang pertanggungan ketika nasabah pertama kali terdiagnosis kanker payudara.

Apabila penyakit berkembang hingga tahap akhir, manfaat yang diberikan mencapai 100% uang pertanggungan.

“Secara keseluruhan, total manfaat perlindungan yang diberikan dapat mencapai 140 persen,” katanya.

Selain perlindungan utama, nasabah juga mendapatkan manfaat pembebasan premi apabila terdiagnosis kanker payudara saat masa pembayaran premi masih berjalan.

Prudential turut menambahkan fitur PRULady Save berupa potongan premi 5% bagi nasabah yang rutin menjalani pemeriksaan tahunan dan tidak terdiagnosis kanker payudara.

“PRULady hadir untuk mendampingi nasabah yang sehat dan tidak terdiagnosa melalui manfaat PRULady Save,” ujar Vikas.

Produk ini dipasarkan sebagai asuransi jiwa tradisional dengan premi mulai Rp300 ribu per bulan.

Prudential menyebut produk tersebut juga menjadi bagian dukungan terhadap Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara 2025-2034 yang berfokus pada peningkatan deteksi dini dan akses pengobatan kanker bagi masyarakat.

Peluncuran PRULady terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap biaya pengobatan kanker yang terus naik.

Sejumlah laporan industri menunjukkan inflasi medis di Indonesia masih berada pada level tinggi dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk penyakit kritis seperti kanker dan penyakit jantung.

Dalam kesempatan yang sama, penyanyi sekaligus pegiat kesehatan perempuan Andien Aisyah membagikan pengalamannya sebagai penyintas kanker payudara.

Ia mengaku sempat mengalami kebingungan saat pertama kali didiagnosis kanker payudara pada usia 16 tahun.

“Dari pengalaman tersebut, saya sadar bahwa risiko kanker payudara bisa datang lebih cepat, sehingga deteksi dini dan perlindungan kesehatan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi RS EMC Grha Kedoya Arif Winata menegaskan pentingnya deteksi dini dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker payudara.

“Peluang sembuh dan tingkat kelangsungan hidup akan jauh lebih tinggi sampai 99 persen apabila kanker ditemukan saat masih berupa benjolan kecil dan belum memasuki stadium lanjut,” kata Arif.

Dirinya menambahkan, keterlambatan diagnosis membuat proses pengobatan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan biaya jauh lebih besar.

“Sebaliknya, jika terlambat terdeteksi dan sudah masuk stadium lanjut, penanganan menjadi lebih kompleks, proses pengobatan lebih panjang, dan biaya yang dibutuhkan juga jauh lebih besar,” ujarnya.

Tambahan informasi, penetrasi asuransi kesehatan dan jiwa di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara.

Di sisi lain, tren penyakit kritis terus meningkat seiring perubahan gaya hidup dan minimnya pemeriksaan kesehatan berkala.

Kondisi tersebut membuat produk proteksi berbasis penyakit spesifik mulai menjadi fokus baru industri asuransi nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.